Latest Post
Tampilkan postingan dengan label pks. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pks. Tampilkan semua postingan
23.21
Oleh : nasrulloh mu
4 Februari 2014, waktu sudah menunjukan pukul 8 malam. Namun kader wanita PKS, di Desa Sukmajaya kec Tajurhalang-Bogor ini, ternyata belum pulang ke rumah dari belusukan ke rumah warga. Saat sang suaminya, tiba di rumah, yang ditemui hanya anaknya.
Anaknya berkata,”Ayah, Ibu tadi baru pulang, namun ketika baru sampe rumah sudah ditelpon untuk mendatangi warga yang sakit.” Sang suami pun langsung menelpon istrinya,” Assalamu alaikum, sedang dimana Bu..?”, Sang istri berkata,” Sedang dirumah pak Kepala Dusun Rais Apu, menterapi anaknya yang asma.?
Mendengar ucapan istrinya, sang suami terbayang peristiwa pemilu 2009. Saat itu, rumah tersebut menjadi pusat pergerakan PDIP. Pembagian kaos, bendera, serta amunisi “amplop” agar memilih PDIP terpusat di rumah tersebut.
Mengingat hari sudah malam, sang suami pun bergegas mengendarai kendaraannya, untuk menjemput istrinya. Sampai disana, sang suami disambut keluarga pak Dusun Rais Apuh dengan hangat. Setelah berbicara sedikit dengan pak Rais Apuh, beliaupun meninggalkan kami.
Akhirnya sang suami dan istri, kader PKS tersebut, melanjutkan pembicaraan dan canda ria dengan istri dan anak-anak pak Dusun Rais Apuh.
Dirumah ini ditahun 2009, beliau adalah pesaing politik bagi PKS, namun ditahun 2014, kami kader PKS justru datang untuk mentrapi anak-anak pak Dusun Rais Apuh.
Itulah yang selalu diajarkan di PKS, Politik mengajarkan berlapang dada, saling memaafkan dan saling berkontribusi walau terhadap pesaing sekalipun
Saat PKS di Sarang PDIP
Written By admin on Rabu, 05 Februari 2014 | 23.21
Oleh : nasrulloh mu
4 Februari 2014, waktu sudah menunjukan pukul 8 malam. Namun kader wanita PKS, di Desa Sukmajaya kec Tajurhalang-Bogor ini, ternyata belum pulang ke rumah dari belusukan ke rumah warga. Saat sang suaminya, tiba di rumah, yang ditemui hanya anaknya.
Anaknya berkata,”Ayah, Ibu tadi baru pulang, namun ketika baru sampe rumah sudah ditelpon untuk mendatangi warga yang sakit.” Sang suami pun langsung menelpon istrinya,” Assalamu alaikum, sedang dimana Bu..?”, Sang istri berkata,” Sedang dirumah pak Kepala Dusun Rais Apu, menterapi anaknya yang asma.?
Mendengar ucapan istrinya, sang suami terbayang peristiwa pemilu 2009. Saat itu, rumah tersebut menjadi pusat pergerakan PDIP. Pembagian kaos, bendera, serta amunisi “amplop” agar memilih PDIP terpusat di rumah tersebut.
Mengingat hari sudah malam, sang suami pun bergegas mengendarai kendaraannya, untuk menjemput istrinya. Sampai disana, sang suami disambut keluarga pak Dusun Rais Apuh dengan hangat. Setelah berbicara sedikit dengan pak Rais Apuh, beliaupun meninggalkan kami.
Akhirnya sang suami dan istri, kader PKS tersebut, melanjutkan pembicaraan dan canda ria dengan istri dan anak-anak pak Dusun Rais Apuh.
Dirumah ini ditahun 2009, beliau adalah pesaing politik bagi PKS, namun ditahun 2014, kami kader PKS justru datang untuk mentrapi anak-anak pak Dusun Rais Apuh.
Itulah yang selalu diajarkan di PKS, Politik mengajarkan berlapang dada, saling memaafkan dan saling berkontribusi walau terhadap pesaing sekalipun
07.31
Tak seperti biasa, sebuah hasil survey politik tak mendapat pemberitaan massif dari media massa. Padahal, riset dilakukan lembaga kredibel dan menghasilkan hal teramat penting bagi perjalanan masa depan demokrasi di Indonesia. Penasaran?
Survey dilakukan oleh Indikator Politik Indonesia. Lembaga yang dipimpin oleh Burhanuddin Muhtadi itu meneliti perilaku politik uang massa partai. Survei dilakukan di 39 dapil di daerah Jawa, Sumatera Utara, dan Sulawesi dilakukan Indikator pada September-Oktober 2013.
Dengan jumlah sampel di setiap dapil sebanyak 400 orang. Sementara survei nasional dilakukan pada bulan Maret 2013. Dengan jumlah sampel 1.200 orang yang dipilih secara acak denganbmargin of error sebesar 2.9 persen. Profil demografi responden terdiri dari 50 persen wanita dan 50 persen laki-laki. Dengan domisili di pedesaan (50.4 persen), dan perkotaan (49.6 persen).
Hasilnya: kecenderungan menerima politik uang tertinggi massa PKB (47 persen). Terendah, massa pemilih PKS (36 persen)," kata Direktur Eksekutif Indokator, Burhanuddin Muhtadi, di Jakarta, Kamis (12/12).
Dibawah PKB, berturut-turut massa partai yang cenderung menerima politik uang adalah PDIP (46%), Nasdem (46%), Gerindra (46%), PPP (43%), Hanura (42%), Demokrat (39%), Golkar (39%), dan PAN (38%).
Mengapa politik uang bisa terjadi? Menurut Burhanuddin Muhtadi mengungkap karena Pemilih tidak memiliki kedekatan secara psikologis dengan partai politik atau Party ID. Akibatnya pemilih kemudian melakukan relasi transaksional dengan partai politik.
Pemilih menjadikan politik uang dan pendekatan kampanye yang bersifat partikularistik sebagai kompensasi kepada partai politik.
Party ID yang rendah disebabkan karena buruknya kinerja partai politik dalam membangun hubungan dengan massa pemilihnya. Jika partai politik tak berbenah, lanjut Burhan, maka pemilih makin menjauhi partai dan biaya politik makin mahal karena pemilih cenderung memakai pendekatan transaksional dengan partai.
Survey yang sangat menarik ini sayangnya tidak mendapat perhatian besar dari banyak kalangan terutama media massa. Mungkin karena PKS diuntungkan dari hasil survey tersebut sehingga mereka enggan mengangkat ini menjadi berita massif.
Padahal jika mau jujur, hasil survey tersebut menjadi cermin dari wajah masa depan demokrasi di Indonesia. Selama ini deretan panjang keluhan terhadap pelaksanaan demokrasi di Tanah Air sering dilontarkan banyak pihak.
Demokrasi kita mahal; demokrasi kita tak berkualitas, demokrasi kita buruk, demokrasi kita buang-buang uang; demokrasi kita di simpang jalan, dan sebagainya.
Daftar panjang keluhan tersebut seharusnya terhenti saat kita membaca hasil survey di atas secara jujur.
Ternyata ada sebuah partai yang sejauh ini mampu menjalankan roda organisasi kepartaiannya dengan baik dan di rel yang benar.
Ternyata ada partai yang secara sungguh-sungguh melaksanakan fungsi-fungsi kepartaian.
Ternyata ada partai yang menjadi mesin ideologi untuk memproduk kader-kader yang resisten terhadap politik uang.
Dan suka atau tidak suka, partai itu adalah PKS. Party ID adalah soal bagaimana sebuah partai memiliki sistem rekrutmen, kaderisasi dan pendidikan politik yang tepat dan optimal.
Semakin bagus sistem tersebut dimiliki dan dijalankan maka semakin tinggi tingkat Party ID. Sebaliknya pun demikian. Buruk sistem kaderisasi maka kian rendah tingkat Party ID.
Sebenci apapun anda pada PKS, sepertinya anda harus jujur bahwa masa depan demokrasi di Indonesia itu ada di tangan PKS. Demokrasi menjadi murah karena tak ada politik uang. Demokrasi semakin berkualitas karena memiliki sistem organisasi yang baik. Dan kader-kader yang dihasilkan tak diragukan lagi karena diproduksi oleh sebuah mesin partai yang canggih.
Contoh mutakhir adalah Pemira PKS, sebuah cara partai ini dalam memilih capres internal untuk kemudian ditawarkan ke publik. Tahap awal ada 22 nama, kemudian mengerucut menjadi lima nama berdasarkan hasil Pemira.
Ada Hidayat Nurwahid, Anis Matta, Ahmad Heryawan, Tifatul Sembiring dan Nurmahmudi Ismail. Pernahkah kita mendengar gontok-gontokan saat Pemira berlangsung? Adakah kampanye hitam? Adakah uang mengalir ke kader? Nihil! Yang ada justru mereka saling memuji dan mempersilakan kandidat lain untuk maju sebagai capres.
Itulah buah dari sistem kepartaian yang baik dan bersih. Itulah buah dari tingginya tingkat Party ID PKS dengan massa pemilihnya. Dan buah itu tak cuma akan dirasakan oleh kader PKS tapi bangsa ini secara keseluruhan.
Sungguh, jika semua partai bisa mengadopsi apa yang dilakukan PKS, maka balon pesismisme yang membesar terhadap demokrasi kita akan menciut.
Dan kita tak perlu merasa malu untuk mengucapkan terimakasih kepada PKS.
By: Erwyn Kurniawan On Twitter @Erwyn2002
PKS dan Masa Depan Politik Indonesia
Written By admin on Senin, 30 Desember 2013 | 07.31
Tak seperti biasa, sebuah hasil survey politik tak mendapat pemberitaan massif dari media massa. Padahal, riset dilakukan lembaga kredibel dan menghasilkan hal teramat penting bagi perjalanan masa depan demokrasi di Indonesia. Penasaran?
Survey dilakukan oleh Indikator Politik Indonesia. Lembaga yang dipimpin oleh Burhanuddin Muhtadi itu meneliti perilaku politik uang massa partai. Survei dilakukan di 39 dapil di daerah Jawa, Sumatera Utara, dan Sulawesi dilakukan Indikator pada September-Oktober 2013.
Dengan jumlah sampel di setiap dapil sebanyak 400 orang. Sementara survei nasional dilakukan pada bulan Maret 2013. Dengan jumlah sampel 1.200 orang yang dipilih secara acak denganbmargin of error sebesar 2.9 persen. Profil demografi responden terdiri dari 50 persen wanita dan 50 persen laki-laki. Dengan domisili di pedesaan (50.4 persen), dan perkotaan (49.6 persen).
Hasilnya: kecenderungan menerima politik uang tertinggi massa PKB (47 persen). Terendah, massa pemilih PKS (36 persen)," kata Direktur Eksekutif Indokator, Burhanuddin Muhtadi, di Jakarta, Kamis (12/12).
Dibawah PKB, berturut-turut massa partai yang cenderung menerima politik uang adalah PDIP (46%), Nasdem (46%), Gerindra (46%), PPP (43%), Hanura (42%), Demokrat (39%), Golkar (39%), dan PAN (38%).
Mengapa politik uang bisa terjadi? Menurut Burhanuddin Muhtadi mengungkap karena Pemilih tidak memiliki kedekatan secara psikologis dengan partai politik atau Party ID. Akibatnya pemilih kemudian melakukan relasi transaksional dengan partai politik.
Pemilih menjadikan politik uang dan pendekatan kampanye yang bersifat partikularistik sebagai kompensasi kepada partai politik.
Party ID yang rendah disebabkan karena buruknya kinerja partai politik dalam membangun hubungan dengan massa pemilihnya. Jika partai politik tak berbenah, lanjut Burhan, maka pemilih makin menjauhi partai dan biaya politik makin mahal karena pemilih cenderung memakai pendekatan transaksional dengan partai.
Survey yang sangat menarik ini sayangnya tidak mendapat perhatian besar dari banyak kalangan terutama media massa. Mungkin karena PKS diuntungkan dari hasil survey tersebut sehingga mereka enggan mengangkat ini menjadi berita massif.
Padahal jika mau jujur, hasil survey tersebut menjadi cermin dari wajah masa depan demokrasi di Indonesia. Selama ini deretan panjang keluhan terhadap pelaksanaan demokrasi di Tanah Air sering dilontarkan banyak pihak.
Demokrasi kita mahal; demokrasi kita tak berkualitas, demokrasi kita buruk, demokrasi kita buang-buang uang; demokrasi kita di simpang jalan, dan sebagainya.
Daftar panjang keluhan tersebut seharusnya terhenti saat kita membaca hasil survey di atas secara jujur.
Ternyata ada sebuah partai yang sejauh ini mampu menjalankan roda organisasi kepartaiannya dengan baik dan di rel yang benar.
Ternyata ada partai yang secara sungguh-sungguh melaksanakan fungsi-fungsi kepartaian.
Ternyata ada partai yang menjadi mesin ideologi untuk memproduk kader-kader yang resisten terhadap politik uang.
Dan suka atau tidak suka, partai itu adalah PKS. Party ID adalah soal bagaimana sebuah partai memiliki sistem rekrutmen, kaderisasi dan pendidikan politik yang tepat dan optimal.
Semakin bagus sistem tersebut dimiliki dan dijalankan maka semakin tinggi tingkat Party ID. Sebaliknya pun demikian. Buruk sistem kaderisasi maka kian rendah tingkat Party ID.
Sebenci apapun anda pada PKS, sepertinya anda harus jujur bahwa masa depan demokrasi di Indonesia itu ada di tangan PKS. Demokrasi menjadi murah karena tak ada politik uang. Demokrasi semakin berkualitas karena memiliki sistem organisasi yang baik. Dan kader-kader yang dihasilkan tak diragukan lagi karena diproduksi oleh sebuah mesin partai yang canggih.
Contoh mutakhir adalah Pemira PKS, sebuah cara partai ini dalam memilih capres internal untuk kemudian ditawarkan ke publik. Tahap awal ada 22 nama, kemudian mengerucut menjadi lima nama berdasarkan hasil Pemira.
Ada Hidayat Nurwahid, Anis Matta, Ahmad Heryawan, Tifatul Sembiring dan Nurmahmudi Ismail. Pernahkah kita mendengar gontok-gontokan saat Pemira berlangsung? Adakah kampanye hitam? Adakah uang mengalir ke kader? Nihil! Yang ada justru mereka saling memuji dan mempersilakan kandidat lain untuk maju sebagai capres.
Itulah buah dari sistem kepartaian yang baik dan bersih. Itulah buah dari tingginya tingkat Party ID PKS dengan massa pemilihnya. Dan buah itu tak cuma akan dirasakan oleh kader PKS tapi bangsa ini secara keseluruhan.
Sungguh, jika semua partai bisa mengadopsi apa yang dilakukan PKS, maka balon pesismisme yang membesar terhadap demokrasi kita akan menciut.
Dan kita tak perlu merasa malu untuk mengucapkan terimakasih kepada PKS.
By: Erwyn Kurniawan On Twitter @Erwyn2002
07.28
Hujan deras yang mengguyur kabupaten Solok sejak Sabtu (28/12/2013) sampai minggu menyebabkan beberapa daerah di kabupaten Solok Sumatera Barat terendam banjir. Salah satu daerah yang paling parah adalah Nagari Selayo Kecamatan Kubung. Air setinggi pinggang orang dewasa telah merendam puluhan rumah dan areal persawahan.
Untuk membantu meringankan beban korban banjir, DPD PKS Kabaupaten Solok pada minggu siang (29/12/2013) segera menurunkan tim tanggap bencana yang terdiri dari Kepanduan, kader dan simpatisan. PKS menjadi yang pertama menerobos banjir hingga pelosok untuk memberikan bantuan kepada 77 KK yang menjadi korban banjir. Warga yang sejak pagi menanti uluran tangan sangat berterimakasih kepada PKS yang membagikan kebutuhan pokok berupa nasi bungkus dan mie instan.
Selain itu DPD PKS Kabupaten Solok juga akan menggalang bantuan untuk menyalurkan kebutuhan lainnya dan antisipasi penyakit pasca musibah banjir. Hal ini sekali lagi membuktikan bahwa PKS adalah partai paling tanggap bencana.
Apapun Yang Terjadi, Kami Tetap Melayani. #AYTKTM
*by Hendra Nafsosianto
Ketua DPC PKS Lembang Jaya, Kabupaten Solok
Dasar PKS, Nggak Ada Kerjaan Apa Selain Membantu !
Hujan deras yang mengguyur kabupaten Solok sejak Sabtu (28/12/2013) sampai minggu menyebabkan beberapa daerah di kabupaten Solok Sumatera Barat terendam banjir. Salah satu daerah yang paling parah adalah Nagari Selayo Kecamatan Kubung. Air setinggi pinggang orang dewasa telah merendam puluhan rumah dan areal persawahan.
Untuk membantu meringankan beban korban banjir, DPD PKS Kabaupaten Solok pada minggu siang (29/12/2013) segera menurunkan tim tanggap bencana yang terdiri dari Kepanduan, kader dan simpatisan. PKS menjadi yang pertama menerobos banjir hingga pelosok untuk memberikan bantuan kepada 77 KK yang menjadi korban banjir. Warga yang sejak pagi menanti uluran tangan sangat berterimakasih kepada PKS yang membagikan kebutuhan pokok berupa nasi bungkus dan mie instan.
Selain itu DPD PKS Kabupaten Solok juga akan menggalang bantuan untuk menyalurkan kebutuhan lainnya dan antisipasi penyakit pasca musibah banjir. Hal ini sekali lagi membuktikan bahwa PKS adalah partai paling tanggap bencana.
Apapun Yang Terjadi, Kami Tetap Melayani. #AYTKTM
*by Hendra Nafsosianto
Ketua DPC PKS Lembang Jaya, Kabupaten Solok
08.29
Oleh : Nasrullah Mu
Keunikan pengurus PKS semoga menjadi inspirasi bagi yang lainnya.
1.Ketua DPC Jakarta Yang Sopir Taksi
Unik juga membaca cerita pemenangan PKS dari balik Taxi. Ternyata yang menceritakan kisah itu bukan kader biasa, tetapi ketua DPC (setingkat kotamadya) yang berprofesi sebagai supir Taxi. Coba bayangkan seorang supir Taxi menjadi ketua DPC.
Untuk sekelas Jakarta, pasti kader PKS yang lebih hebat dari sekelas supir Taxi, baik dari pendidikan maupun kemampuan lainnya. Uniknya, walau dipimpin oleh supir Taxi, gerakan PKS di wilayah tersebut tidak pernah diam. Performa-performa pengorganisasian dan operasionalnya berjalan hidup dan berjalan dengan baik.
Ini menunjukan kader dan pengurus PKS sangat disiplin pada organisasi. Yang lebih hebat dari dia tetap tunduk, patuh dan militan terhadap semua keputusan DPC. Tidak ada yang membelo apalagi membangkang. Semua ikhlas demi sebuah perjuangan.
2. Ketua DPRa yang Senior Manager
Kisah kebalikan dari cerita diatas. Disebuah desa, ada seorang lulusan Universitas Indonesia, dari fakultas ekonomi, dengan rela hati dan bersemangat menjadi ketua tingkat Desa.
Amanah yang diemban dikerjakan dengan baik, tanpa peduli posisi jabatannya yang ada dikantor. Dia tetap memposisikan sebagai seorang kader yang patuh dan memback up semua program partai. Tak ada keinginan untuk meraih posisi yang lebih tinggi. Tak pernah ada keinginan untuk menjadi caleg. Prinsipnya adalah bersiap siaga dengan segala keputusan partai.
3. Anggota Dewan Yang Memasang Bendera Di Jalan
Posisi anggota dewan bukanlah posisi prestise di PKS. Bila kader sedang memasang atribut partai dijalan-jalan, ditemukan ada Aleg yang bersama-sama dengan kader memasang atribut di jalan-jalan. Tidak hanya itu, dia ikut tidur dan nongkrong dipinggir jalan.
4. Anak Deklarator PKS yang jadi kader Biasa
Di Jogyakarta, dia adalah ketua DPC sebuah kecamatan, tidak itu saja dia caleg dan anak dari deklarator PKS. Dia lulusan Universitas Gajah Mada, profesinya sebagai peneliti.
Namun saat dia pindah wilayah, posisinya hanya seorang kader biasa. Bersama-sama dengan kader yang lainnya, memasang atribut di jalan-jalan, direct selling dari rumah kerumah tanpa pernah membanggakan dirinya sebagai mantan ketua DPC dan anak dari deklarator PKS.
5. Pengurus DPW yang jadi kader biasa
Pertemuan dengan seorang teman sungguh luar biasa. Dia adalah pengurus DPW salah satu sayap politik PKS disalah satu propinsi di Sumatera. Saat pindah wilayah karena urusan pekerjaan, dia hanya menjadi kader biasa saja.
Ditempat yang baru, dia membuka lembaga pendidikan untuk anak-anak kader PKS dan remaja masjid di daerahnya. Bila ada aksi, dia aktif memasang atribut dan direct selling diwilayahnya. Dia tidak pernah memperdulikan dan merasa sombong dengan segala jabatan yang sebelumnya.
Masih banyak yang belum terangkum disini, namun inilah sekelumit keunikan-keunikan di PKS. Mereka tidak pernah memperdulikan posisi, yang ada hanya ikhlas berjuang bersama PKS bagi negri ini.
5 KeUnikan Pengurus PKS
Written By admin on Senin, 16 Desember 2013 | 08.29
Oleh : Nasrullah Mu
Keunikan pengurus PKS semoga menjadi inspirasi bagi yang lainnya.
1.Ketua DPC Jakarta Yang Sopir Taksi
Unik juga membaca cerita pemenangan PKS dari balik Taxi. Ternyata yang menceritakan kisah itu bukan kader biasa, tetapi ketua DPC (setingkat kotamadya) yang berprofesi sebagai supir Taxi. Coba bayangkan seorang supir Taxi menjadi ketua DPC.
Untuk sekelas Jakarta, pasti kader PKS yang lebih hebat dari sekelas supir Taxi, baik dari pendidikan maupun kemampuan lainnya. Uniknya, walau dipimpin oleh supir Taxi, gerakan PKS di wilayah tersebut tidak pernah diam. Performa-performa pengorganisasian dan operasionalnya berjalan hidup dan berjalan dengan baik.
Ini menunjukan kader dan pengurus PKS sangat disiplin pada organisasi. Yang lebih hebat dari dia tetap tunduk, patuh dan militan terhadap semua keputusan DPC. Tidak ada yang membelo apalagi membangkang. Semua ikhlas demi sebuah perjuangan.
2. Ketua DPRa yang Senior Manager
Kisah kebalikan dari cerita diatas. Disebuah desa, ada seorang lulusan Universitas Indonesia, dari fakultas ekonomi, dengan rela hati dan bersemangat menjadi ketua tingkat Desa.
Amanah yang diemban dikerjakan dengan baik, tanpa peduli posisi jabatannya yang ada dikantor. Dia tetap memposisikan sebagai seorang kader yang patuh dan memback up semua program partai. Tak ada keinginan untuk meraih posisi yang lebih tinggi. Tak pernah ada keinginan untuk menjadi caleg. Prinsipnya adalah bersiap siaga dengan segala keputusan partai.
3. Anggota Dewan Yang Memasang Bendera Di Jalan
Posisi anggota dewan bukanlah posisi prestise di PKS. Bila kader sedang memasang atribut partai dijalan-jalan, ditemukan ada Aleg yang bersama-sama dengan kader memasang atribut di jalan-jalan. Tidak hanya itu, dia ikut tidur dan nongkrong dipinggir jalan.
4. Anak Deklarator PKS yang jadi kader Biasa
Di Jogyakarta, dia adalah ketua DPC sebuah kecamatan, tidak itu saja dia caleg dan anak dari deklarator PKS. Dia lulusan Universitas Gajah Mada, profesinya sebagai peneliti.
Namun saat dia pindah wilayah, posisinya hanya seorang kader biasa. Bersama-sama dengan kader yang lainnya, memasang atribut di jalan-jalan, direct selling dari rumah kerumah tanpa pernah membanggakan dirinya sebagai mantan ketua DPC dan anak dari deklarator PKS.
5. Pengurus DPW yang jadi kader biasa
Pertemuan dengan seorang teman sungguh luar biasa. Dia adalah pengurus DPW salah satu sayap politik PKS disalah satu propinsi di Sumatera. Saat pindah wilayah karena urusan pekerjaan, dia hanya menjadi kader biasa saja.
Ditempat yang baru, dia membuka lembaga pendidikan untuk anak-anak kader PKS dan remaja masjid di daerahnya. Bila ada aksi, dia aktif memasang atribut dan direct selling diwilayahnya. Dia tidak pernah memperdulikan dan merasa sombong dengan segala jabatan yang sebelumnya.
Masih banyak yang belum terangkum disini, namun inilah sekelumit keunikan-keunikan di PKS. Mereka tidak pernah memperdulikan posisi, yang ada hanya ikhlas berjuang bersama PKS bagi negri ini.
08.26
Oleh : nasrullah Mu
Ahad 15 Desember 2013, kader perempuan DPRa PKS meluncur ke sebuah rumah yang terbuat dari bilik bambu. Rumah yang jauh dari keramaian, rindang, bersih dan pendek.
Saat kader PKS mendatangi rumahnya, keluarlah seorang nenek tukang urut yang diperkirakan berumur diatas 60 tahun. Sang tukarng urut mengisahkan bahwa sudah 3 bulan dia tidak bisa mengais rezeki karena karena pengapuran yang dialaminya.
Dengan sakitnya, dia tidak bisa membantu dan mengobati warga desa yang datang untuk meminta bantuan padanya. Cukup menyedihkan juga, saat dia sehat dia bisa membantu orang lain. Namun saat dia sakit, namun tak ada seorang pun yang berusaha mengobatinya karena memang warga desa lainnya tidak memiliki keahlian untuk mengobatinya.
Dengan keahlian yang ada kader wanita DPRa PKS ini berusaha mereleksasi kondisi jiwanya. Saat dirileksasi, sang tukang urut bercerita, bahwa dia sangat rindu untuk bertemu dengan ibunya yang sudah meninggal. Seandainya ada ibunya mungkin akan ada membelai, mengusap, dan sedikit membantu meringankan penyakitnya.
Sang neneknya mengucapkan terima kasih, karena apa yang dilakukan oleh kader wanita DPRa PKS seperti perlakuan ibunya pada dirinya ketika dia masih kecil. Saya sangat terharu mendengar pengakuan sang nenek tersebut. Lalu, tim dari PKS berjanji akan menindaklanjuti pengobatan pada diri nenek sang dukun urut.
Yang tinggal dirumah tersebut ternyata ada anaknya yang baru menjadi ibu. Baru sekitar 7 hari ia mendapatkan cucu barunya. Namun karena dia sedang sakit, dia tidak bisa secara maksimal membantu merawat cucunya. Padahal anaknya baru pertama kali memiliki bayi.
Untungnya kader wanita DPRa PKS ini, pernah bekerja di rumah bersalin dan juga meraih sarjana dalam bidang pendidikan usia ana usia dini. Maka dengan cekatan, kader PKS ini mengajari sang ibu muda bagaimana menggendong bayi, merawat dan mendidik bayi.
Setelah selesai, sang nenek dan ibu muda terebut menghadiahkan makanan yang terbuat dari ketan yang ditumbuk yaitu uli ketan. Dengan senang hati mereka mengantar kami hingga ke jalan.
Begitulah sekelumit cerita perjuangan kader perempuan DPRa PKS di tempat kami.
Gesit PKS, Nenek Dukun Urut, dan Ibu Muda
Oleh : nasrullah Mu
Ahad 15 Desember 2013, kader perempuan DPRa PKS meluncur ke sebuah rumah yang terbuat dari bilik bambu. Rumah yang jauh dari keramaian, rindang, bersih dan pendek.
Saat kader PKS mendatangi rumahnya, keluarlah seorang nenek tukang urut yang diperkirakan berumur diatas 60 tahun. Sang tukarng urut mengisahkan bahwa sudah 3 bulan dia tidak bisa mengais rezeki karena karena pengapuran yang dialaminya.
Dengan sakitnya, dia tidak bisa membantu dan mengobati warga desa yang datang untuk meminta bantuan padanya. Cukup menyedihkan juga, saat dia sehat dia bisa membantu orang lain. Namun saat dia sakit, namun tak ada seorang pun yang berusaha mengobatinya karena memang warga desa lainnya tidak memiliki keahlian untuk mengobatinya.
Dengan keahlian yang ada kader wanita DPRa PKS ini berusaha mereleksasi kondisi jiwanya. Saat dirileksasi, sang tukang urut bercerita, bahwa dia sangat rindu untuk bertemu dengan ibunya yang sudah meninggal. Seandainya ada ibunya mungkin akan ada membelai, mengusap, dan sedikit membantu meringankan penyakitnya.
Sang neneknya mengucapkan terima kasih, karena apa yang dilakukan oleh kader wanita DPRa PKS seperti perlakuan ibunya pada dirinya ketika dia masih kecil. Saya sangat terharu mendengar pengakuan sang nenek tersebut. Lalu, tim dari PKS berjanji akan menindaklanjuti pengobatan pada diri nenek sang dukun urut.
Yang tinggal dirumah tersebut ternyata ada anaknya yang baru menjadi ibu. Baru sekitar 7 hari ia mendapatkan cucu barunya. Namun karena dia sedang sakit, dia tidak bisa secara maksimal membantu merawat cucunya. Padahal anaknya baru pertama kali memiliki bayi.
Untungnya kader wanita DPRa PKS ini, pernah bekerja di rumah bersalin dan juga meraih sarjana dalam bidang pendidikan usia ana usia dini. Maka dengan cekatan, kader PKS ini mengajari sang ibu muda bagaimana menggendong bayi, merawat dan mendidik bayi.
Setelah selesai, sang nenek dan ibu muda terebut menghadiahkan makanan yang terbuat dari ketan yang ditumbuk yaitu uli ketan. Dengan senang hati mereka mengantar kami hingga ke jalan.
Begitulah sekelumit cerita perjuangan kader perempuan DPRa PKS di tempat kami.
06.19
Lebih Baik Anggota DPR dari PKS, Kenapa?
Written By admin on Minggu, 15 Desember 2013 | 06.19
Oleh : Paijo Dimejo
ang ing ong….
beberapa hari lalu vonis LHI di putuskan 16 tahun dan denda 1M. Kasus yang katanya korupsi 1M walau di persidangan tak terbukti (hahaha). Tapi ya apa boleh buat ABS lah, KPK sudah terlanjur terlalu cepat menangkap padahal uang juga belum sampai ke LHI (yang malah kata Fathonah dia di paksa kait kaitkan LHI).
Tapi bukan itu titik pembahasan saya, Saya punya gambaran nanti ke depan kader PKS bakal sukses besar, bakal kuasai DPR, Menang! kasus daging import ini bakal seperti boommerang. Buaknya membuat PKS lenyap malah makin berkibar.
Ada 3 alasan hipotesis saya, cobalah amati:
1.Negara akan Untung
LHI anggota DPR dari PKS cuma tersandung 1 M dan di vonis 16 tahun plus denda yang tak masuk akal 1M + sitaan sitaan lainya. Dari sini masyarakat Indonesia akan mendapat sebuah gambaran,
“wah mantap, kader tertuduh korupsi 1 M di penjara 16 tahun plus negara untung karena denda 1M padahal kasusnya bukan uang negara, kalau partai lain ga ada yang kayak gini. wah lebih baik semua anggota DPR dari PKS saja sedikit tercium korupsi langsung hajar, dendanya pun berlipat negara untung!, coba partai lain udah jelas korupsi triliunan di penjara cuma sebentar, didenda ga sampai 10% dari yang di korupsi!”
2. DPR akan bersih
karena dari kasus LHI ini baru tersangka saja sudah mundur tak perlu di teriaki dulu, bandingkan dengan parpol lain alegnya sudah terang benderang korupsi ga malu nangkring di DPR.
3. Tak Bisa Pengaruhi Kebijakan
Coba cek lagi kasus LHI, apa kuota Import berubah? tidak Mentan tetap kukuh, malah Mendang yang buka kran import. Padahal kalau menurut kasus yang di tuduhkan LHI atasan Mentan tapi mentan tetap tak bergeming. Bandingkan dengan parpol lain… hee
simplenya kalau anggota DPR dari PKS lebih profesional kena kasus dikit langsung mundur, tertuduh korupsi dikit walau tak terbukti langsung mundur di hukum 16 tahun lagi plus denda, dan ini ga ada di parpol lain walau korupsinya 1000 kali lipat.
Masyarakat indonesia akan berpikir ga rugi pilih aleg PKS terbukti negara malah untung. Kalau kerja ga beres hajar, kalau kerja bagus ga terekspos media hee.
ang ing ong….
beberapa hari lalu vonis LHI di putuskan 16 tahun dan denda 1M. Kasus yang katanya korupsi 1M walau di persidangan tak terbukti (hahaha). Tapi ya apa boleh buat ABS lah, KPK sudah terlanjur terlalu cepat menangkap padahal uang juga belum sampai ke LHI (yang malah kata Fathonah dia di paksa kait kaitkan LHI).
Tapi bukan itu titik pembahasan saya, Saya punya gambaran nanti ke depan kader PKS bakal sukses besar, bakal kuasai DPR, Menang! kasus daging import ini bakal seperti boommerang. Buaknya membuat PKS lenyap malah makin berkibar.
Ada 3 alasan hipotesis saya, cobalah amati:
1.Negara akan Untung
LHI anggota DPR dari PKS cuma tersandung 1 M dan di vonis 16 tahun plus denda yang tak masuk akal 1M + sitaan sitaan lainya. Dari sini masyarakat Indonesia akan mendapat sebuah gambaran,
“wah mantap, kader tertuduh korupsi 1 M di penjara 16 tahun plus negara untung karena denda 1M padahal kasusnya bukan uang negara, kalau partai lain ga ada yang kayak gini. wah lebih baik semua anggota DPR dari PKS saja sedikit tercium korupsi langsung hajar, dendanya pun berlipat negara untung!, coba partai lain udah jelas korupsi triliunan di penjara cuma sebentar, didenda ga sampai 10% dari yang di korupsi!”
2. DPR akan bersih
karena dari kasus LHI ini baru tersangka saja sudah mundur tak perlu di teriaki dulu, bandingkan dengan parpol lain alegnya sudah terang benderang korupsi ga malu nangkring di DPR.
3. Tak Bisa Pengaruhi Kebijakan
Coba cek lagi kasus LHI, apa kuota Import berubah? tidak Mentan tetap kukuh, malah Mendang yang buka kran import. Padahal kalau menurut kasus yang di tuduhkan LHI atasan Mentan tapi mentan tetap tak bergeming. Bandingkan dengan parpol lain… hee
simplenya kalau anggota DPR dari PKS lebih profesional kena kasus dikit langsung mundur, tertuduh korupsi dikit walau tak terbukti langsung mundur di hukum 16 tahun lagi plus denda, dan ini ga ada di parpol lain walau korupsinya 1000 kali lipat.
Masyarakat indonesia akan berpikir ga rugi pilih aleg PKS terbukti negara malah untung. Kalau kerja ga beres hajar, kalau kerja bagus ga terekspos media hee.
00.55
By: Nandang Burhanudin
****
Entahlah, mengapa apapun yang berbau PKS selalu menarik untuk dicermati, dikomentari, diikuti, atau dibully dan disindir dengan ragam kemasan atas nama. Apa yang bagi ormas\partai lain lumrah, bagi PKS akan dinilai salah. Apa yang wajar bagi yang lain, bagi PKS diposisikan kurang ajar. Lucunya jika ada prestasi, banyak yang menganggapnya sepi. Jika ada tragedi, semua teriak berapi-api.
Saya perhatikan, ada akun FB yang setiap kali statusnya menyerang, menerjang, menelanjangi, bahkan mengangkangi. Ibarat suami yang telah bercerai. Aib mantan istrinya diumbar hingga pada hal-hal yang tak pantas disampaikan. Dianggap kader-kader yang masih setia, semuanya bahlul, dungu, mudah dibohongi, dan tuduhan lainnya. Sedikitpun tak ada lagi husnuzhan. Seakan baik sangka adalah maksiat. Ia nyuruh-nyuruh bertobat. Namun ia pun lupa bertobat atas caci maki yang dianggap nasihat.
PKS benar-benar menjadi common enemy. JIL menyebut PKS, antinasionalis. HT menganggap tidak Islamis. Kadang disebut Wahabis. Kadang pula dianggap ahli bid'ah. Julukan yang superlengkap. Seakan semua gerah, gelisah, dan tidak merasa tumakninah. PKS benar-benar bikin stress.
Bayangkan, di tengah "badai LHI" menggelegar, kader-kader PKS malah makin tegar. Kasus LHI mendekatkan yang jauh, merekatkan yang dekat, malah mengundang penasaran kebanyakan khalayak. Isu Fusthun, malah membuat para akhwat-ummahat PKS semakin santun. Para ustadznya semakin tekun. Musibah tak membuat kader-kadernya datang ke dukun. Semua sadar bagian takdir Allah Yang Maha Kun Fayakun.
Hasil taubat nasional benar terasa. Jika ragam kemenangan dianggap biasa, maka saya "tidak bubarnya" PKS adalah fenomena luarbiasa. Bahkan tak satupun pengurus inti PKS yang terjebak saling menyalahkan. Apalagi melakukan aksi somasi atau pencabutan mandat seperti lumrah terjadi di tempat lain. Tambah stress bukan?
Saya sebagai pengamat yang tak tercatat sebagai pengurus PKS, benar-benar meyakini: ke depan kalangan stressiyyun akan bersatu padu menyiapkan cara, agar PKS tak sampai berkuasa. Jika pun berkuasa, maka diupayakan agar tak sampai satu tahun.
Namun PKS nampaknya punya resep mujarab. Resep itu adalah: selalu menengok ke dalam dan mengerti caci maki adalah energi, hinaan adalah ujian, bahkan fitnah adalah anugerah terindah. Saya doakan, PKS mampu menjadikan diri pelayan yang berdedikasi bagi masyarakat. Tidak usah reaktif menanggapi kicauan. Toch mentalitas stress tak akan sembuh, kecuali saat PKS terjerumus ke dalam stress yang sama.
PKS; Selalu Bikin Setress
Written By admin on Minggu, 01 Desember 2013 | 00.55
By: Nandang Burhanudin
****
Entahlah, mengapa apapun yang berbau PKS selalu menarik untuk dicermati, dikomentari, diikuti, atau dibully dan disindir dengan ragam kemasan atas nama. Apa yang bagi ormas\partai lain lumrah, bagi PKS akan dinilai salah. Apa yang wajar bagi yang lain, bagi PKS diposisikan kurang ajar. Lucunya jika ada prestasi, banyak yang menganggapnya sepi. Jika ada tragedi, semua teriak berapi-api.
Saya perhatikan, ada akun FB yang setiap kali statusnya menyerang, menerjang, menelanjangi, bahkan mengangkangi. Ibarat suami yang telah bercerai. Aib mantan istrinya diumbar hingga pada hal-hal yang tak pantas disampaikan. Dianggap kader-kader yang masih setia, semuanya bahlul, dungu, mudah dibohongi, dan tuduhan lainnya. Sedikitpun tak ada lagi husnuzhan. Seakan baik sangka adalah maksiat. Ia nyuruh-nyuruh bertobat. Namun ia pun lupa bertobat atas caci maki yang dianggap nasihat.
PKS benar-benar menjadi common enemy. JIL menyebut PKS, antinasionalis. HT menganggap tidak Islamis. Kadang disebut Wahabis. Kadang pula dianggap ahli bid'ah. Julukan yang superlengkap. Seakan semua gerah, gelisah, dan tidak merasa tumakninah. PKS benar-benar bikin stress.
Bayangkan, di tengah "badai LHI" menggelegar, kader-kader PKS malah makin tegar. Kasus LHI mendekatkan yang jauh, merekatkan yang dekat, malah mengundang penasaran kebanyakan khalayak. Isu Fusthun, malah membuat para akhwat-ummahat PKS semakin santun. Para ustadznya semakin tekun. Musibah tak membuat kader-kadernya datang ke dukun. Semua sadar bagian takdir Allah Yang Maha Kun Fayakun.
Hasil taubat nasional benar terasa. Jika ragam kemenangan dianggap biasa, maka saya "tidak bubarnya" PKS adalah fenomena luarbiasa. Bahkan tak satupun pengurus inti PKS yang terjebak saling menyalahkan. Apalagi melakukan aksi somasi atau pencabutan mandat seperti lumrah terjadi di tempat lain. Tambah stress bukan?
Saya sebagai pengamat yang tak tercatat sebagai pengurus PKS, benar-benar meyakini: ke depan kalangan stressiyyun akan bersatu padu menyiapkan cara, agar PKS tak sampai berkuasa. Jika pun berkuasa, maka diupayakan agar tak sampai satu tahun.
Namun PKS nampaknya punya resep mujarab. Resep itu adalah: selalu menengok ke dalam dan mengerti caci maki adalah energi, hinaan adalah ujian, bahkan fitnah adalah anugerah terindah. Saya doakan, PKS mampu menjadikan diri pelayan yang berdedikasi bagi masyarakat. Tidak usah reaktif menanggapi kicauan. Toch mentalitas stress tak akan sembuh, kecuali saat PKS terjerumus ke dalam stress yang sama.
23.32
Perusahaan besar dan kokoh yang ada sekarang, salah satunya merupakan perusahaan yang berhasil bertahan dan eksis saat krisis 1998.
Saat krisis 1998, saya mencoba menelpon beberapa teman kerja di perusahaan lain. Salah satu perusahaan yang saat ini besar dan kokoh, justru di 1998 Presiden Direkturnya berkata,”Bila kita bisa bertahan di krisis ini, maka kita akan bisa berekspansi secara besar-besaran di saat tidak krisis.”
Betul saja… perusahaan tersebut sekarang menjadi perusahaan yang kokoh dan besar. Karena system organisasi dan manajemennya bisa menanggulangi krisis apalagi bila tidak krisis.
Kondisi eksternal memang sering tidak bisa dikendalikan karena banyak faktor dan kepentingan yang mempengaruhinya. Maka yang bisa dikendalikan oleh manajemen adalah kondisi internal. Yaitu system organisasai, manajemen dan sumber daya manusianya.
Di saat krisislah kekuatan sistem organisasi, manajemen dan sumber daya manusianya terlihat dan teruji. Bila tidak ada krisis, bagaimana menilai kekuatannya ?
Begitu pun yang tengah di alami PKS. Para peneliti, para
akademisi dan para pakar sudah
menilai bahwa PKS merupakan salah satu partai modern yang ada ibu
pertiwi ini. Ya… itu baru penilaian diatas kertas dan pemikiran.
Namun bagaimana kenyatannya….?
Ya… perlu pembuktian. Ujiannya bukan yang ecek-ecek… tapi ujian yang bisa mengoyahkan dan menghancurkan PKS secara mematikan.
Jadi wajar saja bila ujiannya langsung menohok jantungnya PKS. Jadi wajar saja bila isu yang dikobarkan adalah aksi pembubaran PKS. Dari orang biasa, LSM, hingga Mentri Dalam Negri.
Siapa yang bisa menyelamatkan PKS ?
Jadi ingat pesan Syaikh Arqarni, penulis buku spektakuler ‘La Tahzan’. Saat ada pemuda Palestina yang mengadukan nasib Palestina, lalu dia menyalahkan bangsa lain dan umat islam sendiri yang tidak membantu perjuangan bangsa Palestina.
Sang Syaikh pun berkata,”Belajarlah pada Indonesia, mereka tidak merengek minta kemerdekaan tetapi merekalah yang menciptakan dan berjuang meraih kemerdekaan.” Kira-kira begitu bunyi pesannya pada pemuda Palestina.
Begitu juga pada kader PKS, jangan pernah menyalahkan orang lain, jangan pernah meminta belas kasihan media, LSM dan pihak-pihak lainnya untuk memulihkan PKS. Jangan pernah menduduh pihak lain akan menghancurkan PKS.
Namun segera lakukan aksi penyelamatan dari aksi-aksi internal sendiri…. Karena Penyelamat PKS itu aksi dan sikap internal PKS sendiri..
Oleh : Nasrullah Mu
http://politik.kompasiana.com/2013/06/29/pks-jangan-salahkan-pihak-lain-569406.html
PKS, Jangan Salahkan Pihak Lain…!
Written By admin on Jumat, 28 Juni 2013 | 23.32
Perusahaan besar dan kokoh yang ada sekarang, salah satunya merupakan perusahaan yang berhasil bertahan dan eksis saat krisis 1998.
Saat krisis 1998, saya mencoba menelpon beberapa teman kerja di perusahaan lain. Salah satu perusahaan yang saat ini besar dan kokoh, justru di 1998 Presiden Direkturnya berkata,”Bila kita bisa bertahan di krisis ini, maka kita akan bisa berekspansi secara besar-besaran di saat tidak krisis.”
Betul saja… perusahaan tersebut sekarang menjadi perusahaan yang kokoh dan besar. Karena system organisasi dan manajemennya bisa menanggulangi krisis apalagi bila tidak krisis.
Kondisi eksternal memang sering tidak bisa dikendalikan karena banyak faktor dan kepentingan yang mempengaruhinya. Maka yang bisa dikendalikan oleh manajemen adalah kondisi internal. Yaitu system organisasai, manajemen dan sumber daya manusianya.
Di saat krisislah kekuatan sistem organisasi, manajemen dan sumber daya manusianya terlihat dan teruji. Bila tidak ada krisis, bagaimana menilai kekuatannya ?
Begitu pun yang tengah di alami PKS. Para peneliti, para
Namun bagaimana kenyatannya….?
Ya… perlu pembuktian. Ujiannya bukan yang ecek-ecek… tapi ujian yang bisa mengoyahkan dan menghancurkan PKS secara mematikan.
Jadi wajar saja bila ujiannya langsung menohok jantungnya PKS. Jadi wajar saja bila isu yang dikobarkan adalah aksi pembubaran PKS. Dari orang biasa, LSM, hingga Mentri Dalam Negri.
Siapa yang bisa menyelamatkan PKS ?
Jadi ingat pesan Syaikh Arqarni, penulis buku spektakuler ‘La Tahzan’. Saat ada pemuda Palestina yang mengadukan nasib Palestina, lalu dia menyalahkan bangsa lain dan umat islam sendiri yang tidak membantu perjuangan bangsa Palestina.
Sang Syaikh pun berkata,”Belajarlah pada Indonesia, mereka tidak merengek minta kemerdekaan tetapi merekalah yang menciptakan dan berjuang meraih kemerdekaan.” Kira-kira begitu bunyi pesannya pada pemuda Palestina.
Begitu juga pada kader PKS, jangan pernah menyalahkan orang lain, jangan pernah meminta belas kasihan media, LSM dan pihak-pihak lainnya untuk memulihkan PKS. Jangan pernah menduduh pihak lain akan menghancurkan PKS.
Namun segera lakukan aksi penyelamatan dari aksi-aksi internal sendiri…. Karena Penyelamat PKS itu aksi dan sikap internal PKS sendiri..
Oleh : Nasrullah Mu
http://politik.kompasiana.com/2013/06/29/pks-jangan-salahkan-pihak-lain-569406.html
Label:
pks
19.03
Sepucuk Surat LHI di Suatu Pagi untuk Putrinya Tercinta
Written By admin on Senin, 03 Juni 2013 | 19.03

Ananda Qaanita yang ayah sayangi,
Assalamualaikum Wr. Wb
Kalau dalam surat ayah sebelumnya ada cerita tentang ayah yang bermimpi bertemu mama dalam suasana bahagia,rabu pagi tadi setelah solat malam dan solat subuh, ayah tidur lagi (padahal janjian olah raga bareng) dalam mimpi pagi di hari rabu ayah melihat ketabahan dan kesabaran mama menanti ayah yang sedang menjalankan banyak pekerjaan dengan dua anaknya yang masih kecil-kecil entah siapa mereka, abang dan anit yang masih kecil kah atau anit dan najiah yang masih bayi … Meskipun nampak letih dan lelah juga bête tapi wajahnya yang imut-imut memancarkan ketabahan dan kesabaran dalam penantian… menanti ayah membantu meringankan tugas-tugas yang sedang ia jalankan… suasanannya seperti di Eropa atau mungkin di sebuah guest house di Islam abad…
Perjalanan hidup mamamu spectacular, tidak ada satu ikhwahpun di Indonesia ini yang pernah mengalami apa yang pernah di jalani mamamu dia adalah wanita baja di hadapan terpaan ujian rintangan dan terpaan selain beribu penderitaan hidup sedikitpun dia tak pernah mengeluh saat kesulitan melanda, dan dia juga tidak pernah bangga saat banyak kemudahan yang terbentang dalam kehidupannya… kesabaran yang begitu dalam saat menanti berbagai uraian dari rangkaian perjalanan panjang yang spektakuler, tragedi2 kehidupan yang tidak pernah dia bayangkan bahkan tidak pernah muncul dalam mimipi-mimpinya saat beliau ayah nikahi di tahun 1984 Januari 11, kadang tiba juga uraian latar belakang dan tujuan dari ribuan tanda tanyannya yang ada di benaknya, walau hanya sedikit, walau tidak segitu gamblang walau masih banyak yang belum ia dapat…
Tapi mamamu selalu menganalisannya sendiri, menemukan jawabannya sendiri dan menentramkan jiwanya sendiri dari rasa penasaran dalam mendampingi perjalan panjang ayah sejak tahun 1989 di luar negri
Mamamu selalu siap melangkah membawa badannya yang imut-imut
Assalamualaikum Wr. Wb
Kalau dalam surat ayah sebelumnya ada cerita tentang ayah yang bermimpi bertemu mama dalam suasana bahagia,rabu pagi tadi setelah solat malam dan solat subuh, ayah tidur lagi (padahal janjian olah raga bareng) dalam mimpi pagi di hari rabu ayah melihat ketabahan dan kesabaran mama menanti ayah yang sedang menjalankan banyak pekerjaan dengan dua anaknya yang masih kecil-kecil entah siapa mereka, abang dan anit yang masih kecil kah atau anit dan najiah yang masih bayi … Meskipun nampak letih dan lelah juga bête tapi wajahnya yang imut-imut memancarkan ketabahan dan kesabaran dalam penantian… menanti ayah membantu meringankan tugas-tugas yang sedang ia jalankan… suasanannya seperti di Eropa atau mungkin di sebuah guest house di Islam abad…
Perjalanan hidup mamamu spectacular, tidak ada satu ikhwahpun di Indonesia ini yang pernah mengalami apa yang pernah di jalani mamamu dia adalah wanita baja di hadapan terpaan ujian rintangan dan terpaan selain beribu penderitaan hidup sedikitpun dia tak pernah mengeluh saat kesulitan melanda, dan dia juga tidak pernah bangga saat banyak kemudahan yang terbentang dalam kehidupannya… kesabaran yang begitu dalam saat menanti berbagai uraian dari rangkaian perjalanan panjang yang spektakuler, tragedi2 kehidupan yang tidak pernah dia bayangkan bahkan tidak pernah muncul dalam mimipi-mimpinya saat beliau ayah nikahi di tahun 1984 Januari 11, kadang tiba juga uraian latar belakang dan tujuan dari ribuan tanda tanyannya yang ada di benaknya, walau hanya sedikit, walau tidak segitu gamblang walau masih banyak yang belum ia dapat…
Tapi mamamu selalu menganalisannya sendiri, menemukan jawabannya sendiri dan menentramkan jiwanya sendiri dari rasa penasaran dalam mendampingi perjalan panjang ayah sejak tahun 1989 di luar negri
Mamamu selalu siap melangkah membawa badannya yang imut-imut
dengan menggendong putra-putrinnya
yang selalu ceria untuk mengikuti ayah berpindah-pindah dari satu kota
ke kota lain bahkan dari satu Negara ke Negara lain…
Belum lagi antara 1984- 1989 dari suatu lingkungan keluarga yang ramah ke keluarga yang tidak memiliki keramahan dalam memperlakukan mama dia hanya diam tersenyum pahit sambil nyubit-nyubitin ayah, kadang sambil cemberut lalu menggigit-gigit ayah untung bibirnya tipis, jadi ayah bisa nahan rasa sakit
Mamamu adalah teladanmu, dalam hal kesabaran, mamamu adalah maha gurumu dalam hal ketabahan, mamamu adalah panutanmu dalam hal keuletan….katakan kalimat-kalimat ini pada saudara-saudari anit… Kreasi dan inovasinya tidak pernah pudar dalam berbagai situasi yang harus dia hadapi, untuk memecahkan kebekuan suasana, untuk mencairkan gunung es kejenuhan tatkala ayah sedang jauh dari sisinya…
Putra putrinnya menjadi muara nilai-nilai dan mutiara hikmah yang dia peroleh dalam tafakurnya memahami jalan hidupnya, mendampingi suami, berjuang bersama suami, membekali kebutuhan perjuangan suami… hingga tahun-tahun terakhir ini sebelum ia memunculkan kreasi dan inovasi baru yang tidak sepenuhnya mengagumkan ayah dan tidak seluruhnya melegakan ayah yaitu sejak ayah masuk dunia politik.
Padahal air politik adalah bagian yang tidak bisa di pisahkan dari mata rantai perjalanan dan perjuangan ayah sejak sebelum menikah hingga menikah, hingga punya anak banyak… hingga ayah di kuburkan… siapapun yang nanti mati duluan… itulah nit mengapa ayah begitu mencintai mamamu lihatlah tak satupun saudari-saudarimu yang tidak mewarisi sifat-sifat mamamu, walau mereka ada yang secara expresi menyuarakan pandangan dan pikirannya pada ayah secara lantang tapi itu hanya expresi setiap dari kepribadiannya, mereka tidak selalu menyertai expresinnya tapi menyertai kepribadian yang di tumpahkan mamamu…
Inilah mamamu di mata ayah anit dan itulah mamamu di hati dan kehidupan ayah nit… ayahpun berkerap, berharap, dan berdoa… begitulah pula putra putri ayah bagi pasangan hidupnya masing-masing nanti dalam menghadapi terpaan dan ujian di sepanjang Jalan Allah SWT saat ini dan nanti…
LHI
Sumber: http://rumahkeluarga-indonesia.com/
Belum lagi antara 1984- 1989 dari suatu lingkungan keluarga yang ramah ke keluarga yang tidak memiliki keramahan dalam memperlakukan mama dia hanya diam tersenyum pahit sambil nyubit-nyubitin ayah, kadang sambil cemberut lalu menggigit-gigit ayah untung bibirnya tipis, jadi ayah bisa nahan rasa sakit
Mamamu adalah teladanmu, dalam hal kesabaran, mamamu adalah maha gurumu dalam hal ketabahan, mamamu adalah panutanmu dalam hal keuletan….katakan kalimat-kalimat ini pada saudara-saudari anit… Kreasi dan inovasinya tidak pernah pudar dalam berbagai situasi yang harus dia hadapi, untuk memecahkan kebekuan suasana, untuk mencairkan gunung es kejenuhan tatkala ayah sedang jauh dari sisinya…
Putra putrinnya menjadi muara nilai-nilai dan mutiara hikmah yang dia peroleh dalam tafakurnya memahami jalan hidupnya, mendampingi suami, berjuang bersama suami, membekali kebutuhan perjuangan suami… hingga tahun-tahun terakhir ini sebelum ia memunculkan kreasi dan inovasi baru yang tidak sepenuhnya mengagumkan ayah dan tidak seluruhnya melegakan ayah yaitu sejak ayah masuk dunia politik.
Padahal air politik adalah bagian yang tidak bisa di pisahkan dari mata rantai perjalanan dan perjuangan ayah sejak sebelum menikah hingga menikah, hingga punya anak banyak… hingga ayah di kuburkan… siapapun yang nanti mati duluan… itulah nit mengapa ayah begitu mencintai mamamu lihatlah tak satupun saudari-saudarimu yang tidak mewarisi sifat-sifat mamamu, walau mereka ada yang secara expresi menyuarakan pandangan dan pikirannya pada ayah secara lantang tapi itu hanya expresi setiap dari kepribadiannya, mereka tidak selalu menyertai expresinnya tapi menyertai kepribadian yang di tumpahkan mamamu…
Inilah mamamu di mata ayah anit dan itulah mamamu di hati dan kehidupan ayah nit… ayahpun berkerap, berharap, dan berdoa… begitulah pula putra putri ayah bagi pasangan hidupnya masing-masing nanti dalam menghadapi terpaan dan ujian di sepanjang Jalan Allah SWT saat ini dan nanti…
LHI
Sumber: http://rumahkeluarga-indonesia.com/
Label:
pks
19.01
PENANGKAPAN USTADZ LUTHFI TERNYATA BERHUBUNGAN DENGAN HAMAS
Catatan Ringkas Pertemuan Kader dg Ust Mardani Ali Sera, Markaz Da'wah DPW PKS Riau, 30/05/13
Ust LHI adalah ketua pengumpulan dana (fund raising) untuk membantu perjuangan HAMAS. Beliau sangat aktif mencari dana ke seluruh dunia dengan isu kemanusiaan. Dana yang beliau himpun untuk HAMAS makin lama makin besar, seiring dg kebencian dunia terhadap entitas Yahudi di Palestina makin membesar.
Hari ini berbagai pemerintahan dunia banyak yang mulai mendukung perjuangan HAMAS. Bahkan beliau berhasil meyakinkan kepada pemerintah Malaysia untuk mendanai berdirinya kantor cabang HAMAS di Malaysia untuk wilayah Asia Tenggara, sesuatu yang sangat ditakuti oleh Israel. Rencananya perjanjian pendirian kantor ini seharusnya akan dilakukan hari Kamis, 30/01/13 (sehari setelah penangkapan ust LHI ditangkap??). Rencananya ust Luthfi akan memfasilitasi perjanjian tersebut di Malaysia.
Ketakutan Israel dan AS dg berdirinya kantor cabang HAMAS di Asia Tenggara sangat besar. Oleh sebab itu, ust LHI harus segera dijebloskan ke penjara. Skenario konspirasi pun dijalankan. Rencananya ust LHI akan ditangkap melalui operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK dg isu penyuapan, sebuah isu yang sangat sensitif di kalangan masyarakat Indonesia. Untuk melakukan penangkapan ini, agen AF yang punya hubungan dg ust LHI diaktifkan. Dua hari sebelum pertemuan HAMAS-Malaysia, AF ditangkap tangan di Hotel Meridien (Selasa, 28/01/13).
Namun skenario suap yang akan dikenakan kpd ust Luthfi gagal total. OTT di hotel Meridien yg diharapkan menangkap ust LHI di hotel tidak berhasil. Karena ust Luthfi tidak datang ke hotel Meridien sesuai rencana. Sementara waktu pertemuan HAMAS-Malaysia tinggal 2 hari lagi. Itulah sebabnya hari Rabu pagi, 29/01/13, secara mendadak duta besar AS datang ke
Ust LHI adalah ketua pengumpulan dana (fund raising) untuk membantu perjuangan HAMAS. Beliau sangat aktif mencari dana ke seluruh dunia dengan isu kemanusiaan. Dana yang beliau himpun untuk HAMAS makin lama makin besar, seiring dg kebencian dunia terhadap entitas Yahudi di Palestina makin membesar.
Hari ini berbagai pemerintahan dunia banyak yang mulai mendukung perjuangan HAMAS. Bahkan beliau berhasil meyakinkan kepada pemerintah Malaysia untuk mendanai berdirinya kantor cabang HAMAS di Malaysia untuk wilayah Asia Tenggara, sesuatu yang sangat ditakuti oleh Israel. Rencananya perjanjian pendirian kantor ini seharusnya akan dilakukan hari Kamis, 30/01/13 (sehari setelah penangkapan ust LHI ditangkap??). Rencananya ust Luthfi akan memfasilitasi perjanjian tersebut di Malaysia.
Ketakutan Israel dan AS dg berdirinya kantor cabang HAMAS di Asia Tenggara sangat besar. Oleh sebab itu, ust LHI harus segera dijebloskan ke penjara. Skenario konspirasi pun dijalankan. Rencananya ust LHI akan ditangkap melalui operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK dg isu penyuapan, sebuah isu yang sangat sensitif di kalangan masyarakat Indonesia. Untuk melakukan penangkapan ini, agen AF yang punya hubungan dg ust LHI diaktifkan. Dua hari sebelum pertemuan HAMAS-Malaysia, AF ditangkap tangan di Hotel Meridien (Selasa, 28/01/13).
Namun skenario suap yang akan dikenakan kpd ust Luthfi gagal total. OTT di hotel Meridien yg diharapkan menangkap ust LHI di hotel tidak berhasil. Karena ust Luthfi tidak datang ke hotel Meridien sesuai rencana. Sementara waktu pertemuan HAMAS-Malaysia tinggal 2 hari lagi. Itulah sebabnya hari Rabu pagi, 29/01/13, secara mendadak duta besar AS datang ke
KPK. Kemungkinan besar AS menekan
KPK untuk segera menjebloskan ust Luthfi hari itu juga, bagaimanapun
caranya. Itulah sebabnya penangkapan ust Luthfi terkesan janggal.
Konspirasi yang dilakukan terhadap ust Luthfi bukanlah isapan jempol belaka. Menurut sumber dari BPK, alat penyadap yang dimiliki oleh KPK tidak pernah dilaporkan kepada BPK, sehingga seharusnya dianggap ilegal. Dan bukanlah sebuah kebetulan bahwa alat2 penyadap itu semua produksi Israel..!!
Ikhwah sekalian, dengan banyaknya kejanggalan dari penangkapan beliau, ini menunjukkan bahwa Allah masih menolong jama'ah ini dari konspirasi yang nyaris sempurna ini. Sehingga kegagalan konspirasi ini makin membuat kader-kader makin solid, kompak, terpacu adrenalinnya untuk memenangkan da'wah ini.
Ikhwah fillah.. The War Is Not Over Yet..
Kita harus siap dg badai yang mungkin akan datang lebih dahsyat..
Media akan terus memberitakan PKS dengan cara pandang yang buruk dan sinis..
Disinilah akan nampak siapa yang menjadi emas murni di barisan da'wah ini dan siapa yang hanya menjadi besi berlapis emas..
Keep fighting yaa ikhwah.. biarkan Allah saja yang melihat dan menilai usaha kita..
Teruslah bekerja dengan CINTA-KERJA-HARMONI
Yakinlah bahwa da'wah kita ini adalah benar.. Tetaplah tsiqoh dg qiyadah kita..
)1( ALLAHU AKBAR !!! )1(
___________
Catatan:
* Percakapan ust LHI-AF yang diputar di persidangan adalah asli, namun sudah diedit sesuai kepentingan, mereka tidak berani menampilkan secara utuh rekaman tersbut, misalnya ketika ust LHI memarahi AF. Karena sebenarnya ust LHI juga sering memarahi AF yg dinilai berlebihan, namun ini tidak pernah dibeberkan di persidangan.
* PKS kini telah menjadi kiblat perpolitikan Islam dunia, sehingga diperlukan tempat khusus untuk menerima tamu-tamu tersebut. Rumah yang disita KPK itu dimaksudkan ust Luthfi untuk menerima para utusan2 tersebut, agar tidak banyak mengeluarkan biaya akomodasi di hotel-hotel besar.
* Saat ini kita diminta bersabar, banyak2 mendekatkan diri kepada Allah dg banyak berdoa, karena do'a adalah senjata orang mu'min.
Wallahu A'lam
Konspirasi yang dilakukan terhadap ust Luthfi bukanlah isapan jempol belaka. Menurut sumber dari BPK, alat penyadap yang dimiliki oleh KPK tidak pernah dilaporkan kepada BPK, sehingga seharusnya dianggap ilegal. Dan bukanlah sebuah kebetulan bahwa alat2 penyadap itu semua produksi Israel..!!
Ikhwah sekalian, dengan banyaknya kejanggalan dari penangkapan beliau, ini menunjukkan bahwa Allah masih menolong jama'ah ini dari konspirasi yang nyaris sempurna ini. Sehingga kegagalan konspirasi ini makin membuat kader-kader makin solid, kompak, terpacu adrenalinnya untuk memenangkan da'wah ini.
Ikhwah fillah.. The War Is Not Over Yet..
Kita harus siap dg badai yang mungkin akan datang lebih dahsyat..
Media akan terus memberitakan PKS dengan cara pandang yang buruk dan sinis..
Disinilah akan nampak siapa yang menjadi emas murni di barisan da'wah ini dan siapa yang hanya menjadi besi berlapis emas..
Keep fighting yaa ikhwah.. biarkan Allah saja yang melihat dan menilai usaha kita..
Teruslah bekerja dengan CINTA-KERJA-HARMONI
Yakinlah bahwa da'wah kita ini adalah benar.. Tetaplah tsiqoh dg qiyadah kita..
)1( ALLAHU AKBAR !!! )1(
___________
Catatan:
* Percakapan ust LHI-AF yang diputar di persidangan adalah asli, namun sudah diedit sesuai kepentingan, mereka tidak berani menampilkan secara utuh rekaman tersbut, misalnya ketika ust LHI memarahi AF. Karena sebenarnya ust LHI juga sering memarahi AF yg dinilai berlebihan, namun ini tidak pernah dibeberkan di persidangan.
* PKS kini telah menjadi kiblat perpolitikan Islam dunia, sehingga diperlukan tempat khusus untuk menerima tamu-tamu tersebut. Rumah yang disita KPK itu dimaksudkan ust Luthfi untuk menerima para utusan2 tersebut, agar tidak banyak mengeluarkan biaya akomodasi di hotel-hotel besar.
* Saat ini kita diminta bersabar, banyak2 mendekatkan diri kepada Allah dg banyak berdoa, karena do'a adalah senjata orang mu'min.
Wallahu A'lam
Label:
pks
23.47
2004
ahmad fathanah mendekati LHI langsung pada tahun 2004
johan budi menjadi jubir KPK sejak tahun 2005
TEMPO mulai investigasi masalah suap sapi di kementan tahun 2011
thony saut situmorang anggota BIN mengajukan diri menjadi calon ketua KPK tahun 2007
darin mumtazah mengontrak rumah thony saut situmorang sejak tahun 2012
ANALISA PARA RONIN DIBELAKANG GRAND INDONESIA
sudah sejak lama hendropriyono menjadikan target harokah di balik PKS sejak tahun 1970 an
kalau dalam dunia intelejen, yang nama nya target, sampai kapan pun akan di kejar untuk di ‘gilas’ ( seperti statement hendropriyono mengenai geram nya dan ambisi nya pada OTB )
masa untuk mengumpulkan pondasi atas rencana rencana besar hendropriyono terhadap PKS di mulai pada waktu menjabat kepala BIN (hendropriyono mengumpulkan data, cara dan analisa)
tahun 2004 hendropriyono berhenti menjadi kepala BIN (waktu nya mulai fokus menjalankan aksi besar nya pada OTB/PKS)
merekrut ahmad fathanah tahun 2004 di penjara australia, dengan pertimbangan ahmad fathanah cocok sesuai kriteria pion penghancuran karena CV nya bisa mendekati orang PKS
ada tim bentukan hendropriyono ( johan budi (penyusupan BIN ke KPK) serta masuk nya faksi merah BIN lewar thony saut situmorang), perlu di ingat KPK di didirikan tahun 2003. hendropriyono masih aktif menjadi kepala BIN, dan memiliki kepetingan masuk ke KPK lewat penyusupan sosok johan budi.
thony saut situmorang mengajukan diri jadi calon pimpinan KPK gagal, tetapi ternyata thony saut situmorang duduk menjadi konsultan direkrur penyidikan KPK, karena alasan thony saut juga seorang dosen hendropriyono memakai jasa anak buah yaitu thony saut situmorang untuk membuat garis rencana target sebelum 2014 kepada PKS hendropriyono bekejar kejar an dengan waktu, menimbang PKS yang bakal besar di 2014 kemungkinan tiga besar dan bisa kuasai pilpres rencana blueprint sejak tahun 2001-2004 dibuat 2004 mulai di jalankan operasi ‘gilas’ PKS
http://kawanlama95.wordpress.com/2013/05/28/senyum-nya-hendropriyono-badai-bagi-pks/
SENYUM NYA HENDROPRIYONO, BADAI BAGI PKS
Written By admin on Selasa, 28 Mei 2013 | 23.47
Semua nya adalah jebakan yang terencana dengan target ‘menghancurkan’
sebuah harokah yang masuk dalam harokah yang harus diwaspadai
perkembangan nya ikhwanul muslimin ( IM ) bukan rahasia umum IM menjadi
target untuk di awasi dan di mata matai karena perkembangan nya mampu
menguasai sebuah negara dengan cepat, lewat jalur politik dan pendidikan
nya begitu pula di indonesia ketika IM atau jamaah tarbiyah di
indonesia berkembang menjadi sebuah partai bernama PK
sel sel intelejen pun secara bersamaan membuat langkah langkah dan rencana strategis
perkembangan PK lalu dilanjutkan PKS adalah sebuah fenomena di mata masyarakat
partai yang fenomenal, karena menjual tagline bersih dan peduli, masyarakat indonesia yang sudah rindu akan gerakan partai yang dekat dan peduli, mulai cinta dan suka untuk menjatuhi pilihan nya kepada PKS
diantara begitu fenomenal nya PKS, ada sosok yang sudah lama tidak suka pada harokah dalam diri PKS
sosok itu tidak lain adalah seorang hendropriyono
bercerita tentang sosok hendropriyono, pasti ingat pembantaian umat islam di talangsari lampung
hendropriyono lah yang memerintahkan hal itu bisa terjadi
sebagai prototipe sempurna seorang LB Moerdani yang memang anti islam
sosok hendropriyono lebih dekat dengan gerakan gerakan perusak citra dan khittah keislaman semisal kaum liberal dan kelompok panji gumilang al zaytun
melihat perkembangan harokah IM atau jamaah tarbiyah, hendropriyono pernah berkata
…’saya sejak tahun 70 an mengawasi dan mengetahui adanya OTB alias organisasi tanpa bentuk, di kampus kampus besar sebagai basis nya, kemudian saya berkejar kejaran dengan nya, hingga saya mencapai posisi tertinggi di BIN. namun sayang ketika saya sudah punya power untuk menggilas nya, OTB itu sudah berubah menjadi partai resmi’…
dan yang di maksud OTB yang menjadi partai resmi oleh hendropriyono, siapa lagi kalau bukan PKS
bayangkan dari sejak tahun 70 an, hendropriyono sudah mengendus dan mengetahui gerakan harokah cikal bakal pembentuk PKS
tahun berapa sosok hendropriyono menjadi kepala BIN? dari 2001 sampai 2004
KPK berdiri sejak tahun 2003
ahmad fathanah bebas dari penjara australia tahun
sel sel intelejen pun secara bersamaan membuat langkah langkah dan rencana strategis
perkembangan PK lalu dilanjutkan PKS adalah sebuah fenomena di mata masyarakat
partai yang fenomenal, karena menjual tagline bersih dan peduli, masyarakat indonesia yang sudah rindu akan gerakan partai yang dekat dan peduli, mulai cinta dan suka untuk menjatuhi pilihan nya kepada PKS
diantara begitu fenomenal nya PKS, ada sosok yang sudah lama tidak suka pada harokah dalam diri PKS
sosok itu tidak lain adalah seorang hendropriyono
bercerita tentang sosok hendropriyono, pasti ingat pembantaian umat islam di talangsari lampung
hendropriyono lah yang memerintahkan hal itu bisa terjadi
sebagai prototipe sempurna seorang LB Moerdani yang memang anti islam
sosok hendropriyono lebih dekat dengan gerakan gerakan perusak citra dan khittah keislaman semisal kaum liberal dan kelompok panji gumilang al zaytun
melihat perkembangan harokah IM atau jamaah tarbiyah, hendropriyono pernah berkata
…’saya sejak tahun 70 an mengawasi dan mengetahui adanya OTB alias organisasi tanpa bentuk, di kampus kampus besar sebagai basis nya, kemudian saya berkejar kejaran dengan nya, hingga saya mencapai posisi tertinggi di BIN. namun sayang ketika saya sudah punya power untuk menggilas nya, OTB itu sudah berubah menjadi partai resmi’…
dan yang di maksud OTB yang menjadi partai resmi oleh hendropriyono, siapa lagi kalau bukan PKS
bayangkan dari sejak tahun 70 an, hendropriyono sudah mengendus dan mengetahui gerakan harokah cikal bakal pembentuk PKS
tahun berapa sosok hendropriyono menjadi kepala BIN? dari 2001 sampai 2004
KPK berdiri sejak tahun 2003
ahmad fathanah bebas dari penjara australia tahun
ahmad fathanah mendekati LHI langsung pada tahun 2004
johan budi menjadi jubir KPK sejak tahun 2005
TEMPO mulai investigasi masalah suap sapi di kementan tahun 2011
thony saut situmorang anggota BIN mengajukan diri menjadi calon ketua KPK tahun 2007
darin mumtazah mengontrak rumah thony saut situmorang sejak tahun 2012
ANALISA PARA RONIN DIBELAKANG GRAND INDONESIA
sudah sejak lama hendropriyono menjadikan target harokah di balik PKS sejak tahun 1970 an
kalau dalam dunia intelejen, yang nama nya target, sampai kapan pun akan di kejar untuk di ‘gilas’ ( seperti statement hendropriyono mengenai geram nya dan ambisi nya pada OTB )
masa untuk mengumpulkan pondasi atas rencana rencana besar hendropriyono terhadap PKS di mulai pada waktu menjabat kepala BIN (hendropriyono mengumpulkan data, cara dan analisa)
tahun 2004 hendropriyono berhenti menjadi kepala BIN (waktu nya mulai fokus menjalankan aksi besar nya pada OTB/PKS)
merekrut ahmad fathanah tahun 2004 di penjara australia, dengan pertimbangan ahmad fathanah cocok sesuai kriteria pion penghancuran karena CV nya bisa mendekati orang PKS
ada tim bentukan hendropriyono ( johan budi (penyusupan BIN ke KPK) serta masuk nya faksi merah BIN lewar thony saut situmorang), perlu di ingat KPK di didirikan tahun 2003. hendropriyono masih aktif menjadi kepala BIN, dan memiliki kepetingan masuk ke KPK lewat penyusupan sosok johan budi.
thony saut situmorang mengajukan diri jadi calon pimpinan KPK gagal, tetapi ternyata thony saut situmorang duduk menjadi konsultan direkrur penyidikan KPK, karena alasan thony saut juga seorang dosen hendropriyono memakai jasa anak buah yaitu thony saut situmorang untuk membuat garis rencana target sebelum 2014 kepada PKS hendropriyono bekejar kejar an dengan waktu, menimbang PKS yang bakal besar di 2014 kemungkinan tiga besar dan bisa kuasai pilpres rencana blueprint sejak tahun 2001-2004 dibuat 2004 mulai di jalankan operasi ‘gilas’ PKS
http://kawanlama95.wordpress.com/2013/05/28/senyum-nya-hendropriyono-badai-bagi-pks/
Label:
pks
02.50
Nashihin Nizhamuddin
Arogansi KPK, terutama yang ditujukan terhadap PKS, telah ditampakkan ketika mantan Presiden PKS, Lutfi Hasan Ishaaq (LHI), ditetapkan sebagai tersangka Suap Impor Daging Sapi. Super cepat, hari itu ditetapkan sebagai tersangka, hari itu pula ditangkap. Berbeda dengan tersangka-tersangka lain yang telah terlebih dahulu ditetapkan sebagai tersangka. Mereka tidak ditangkap, bahkan masih bebas berkeliaran.
Tidak hanya penangkapan yang super kilat, tapi juga penetapannya sebagai tersangka. Uang dari Fathanah belum diterima LHI, tapi saat itu juga ia ditetapkan sebagai tersangka. Padahal, sebagaimana lazimnya para tersangka lain, mereka terlebih dahulu dipanggil dan dilakukan penyidikan. Namun, tidak demikian dengan LHI. Terhadap langkah KPK ini, sejumlah pakar hukum tidak membenarkan tindakan tersebut. Why?
Puncak arogansi KPK adalah ketika pihak KPK berusaha melakukan penyitaan mobil milik LHI di kantor DPP PKS di jalan Simatupang. Mereka masuk halaman Markas PKS tanpa membawa surat penyitaan, tetapi secara arogan hendak menyita mobil yang diduga milik LHI. Tetapi, karena mendapat protes dari pihak keamanan DPP PKS maka akhirnya KPK hanya melakukan penyegelan. Itupun, menurut sumber PKS, tidak semuanya milik LHI. Sebagiannya milik pribadi kader PKS dan sebagian lainnya merupakan mobil operasional DPP PKS. Why?
Atas perilaku sewenang-wenang tersebut, pihak PKS tidak tinggal diam. Setelah menyampaikan protes protes dan kritik-kritik tajam, DPP PKS akhirnya secara resmi mengadukan oknum KPK ke Mabes Polri. Mereka yang diadukan adalah juru bicara KPK, Johan Budi dan 10 orang penyidik KPK.
Dalam pandangan penulis, langkah PKS ini merupakan tindakan berani karena telah berani melawan arus opini umum. Sebagai konsekuensinya, PKS menelan pil pahit cemoohan publik yang menyebutnya sebagai tindakan melawan KPK. Namun, tentunya PKS telah memperhitungkan konsekuensi tersebut. Karena, apa yang telah dilakukan oleh KPK merupakan bentuk
pelecehan atas sebuah institusi
resmi yang semestinya dihormati hak-haknya. Dalam hal ini, KPK telah
melanggar prosedur dan melabrak aturan hukum.
Memang, apa yang dilakukan PKS terkesan PKS sedang melawan lembaga anti korupsi yang didukung masyarakat luas, tetapi sebenarnya PKS tengah melakukan kritik atas pelaksanaan penegakkan hukum oleh KPK yang sembrono. Opini masyarakat terlanjur menganggap KPK sebagai lembaga “suci” maka wajar jika PKS dianggap telah melawan arus. Siapa yang melawannya maka berarti ia pendukung korupsi atau melindungi koruptor. Wajarlah, jika semua tindakan KPK dianggap selalu benar, padahal KPK juga bisa salah.
Dalam negara demokrasi, opini “suci” ini merupakan ancaman bagi demokrasi karena ia berpotensi memunculkan tirani. Dan, tirani harus dilawan. Kesewenangan KPK merupakan bentuk tirani dalam penegakkan hukum.
Apa yang telah dilakukan PKS bukanlah upaya melemahkan lembaga anti korupsi tersebut, tetapi sebuah kritik atas kesewenangan. Karena, jika kesewenangan dibiarkan akan memunculkan tirani di negeri yang sedang menikmati alam demokrasi ini.
Lokomotif kritik terhadap mitos “kesucian” KPK telah dimulai. Lokomotif itu adalah PKS. PKS telah mendobrak “kesucian” tersebut. Langkah berani ini patut diacungi jempol. Jangan dicaci, apalagi dihina. Karena PKS tengah menjadi pengimbang atas kesewenangan KPK.
Penulis memperkirakan, jika langkah PKS ini pada nantinya mampu mengurangi arogansi KPK maka akan diikuti pihak lain yang merasa terzalimi oleh kesewenangan KPK. Apalagi, kabar terbaru kemarin, seorang hakim non aktif di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus), Syarifuddin, telah memenangkan gugatan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) atas perbuatan KPK yang melakukan penyitaan maupun penggeledehan di luar barang bukti. (http://www.republika.co.id/berita/nasional/hukum/12/04/19)
Sejalan dengan Syarifuddin, PKS juga tengah melakukan protes atas pemberlakukan Tindak PIdana Pencucian Uang (TPPU) atas Lufti karena menurut sejumlah pakar hukum pemberlakuan TPPU atas LHI tidaklah benar.
Langkah PKS dalam menjalankan peran sebagai kekuatan pengimbang ini juga merupakan upaya memberantas korupsi di negeri ini.
Teruslah bergerak, wahai lokomotif, agar gerbong-gerbong lain di belakangmu juga ikut melaju. Ayo, basmi korupsi!
PKS Lokomotif yang Melawan Arus
Written By admin on Senin, 27 Mei 2013 | 02.50

Nashihin Nizhamuddin
Arogansi KPK, terutama yang ditujukan terhadap PKS, telah ditampakkan ketika mantan Presiden PKS, Lutfi Hasan Ishaaq (LHI), ditetapkan sebagai tersangka Suap Impor Daging Sapi. Super cepat, hari itu ditetapkan sebagai tersangka, hari itu pula ditangkap. Berbeda dengan tersangka-tersangka lain yang telah terlebih dahulu ditetapkan sebagai tersangka. Mereka tidak ditangkap, bahkan masih bebas berkeliaran.
Tidak hanya penangkapan yang super kilat, tapi juga penetapannya sebagai tersangka. Uang dari Fathanah belum diterima LHI, tapi saat itu juga ia ditetapkan sebagai tersangka. Padahal, sebagaimana lazimnya para tersangka lain, mereka terlebih dahulu dipanggil dan dilakukan penyidikan. Namun, tidak demikian dengan LHI. Terhadap langkah KPK ini, sejumlah pakar hukum tidak membenarkan tindakan tersebut. Why?
Puncak arogansi KPK adalah ketika pihak KPK berusaha melakukan penyitaan mobil milik LHI di kantor DPP PKS di jalan Simatupang. Mereka masuk halaman Markas PKS tanpa membawa surat penyitaan, tetapi secara arogan hendak menyita mobil yang diduga milik LHI. Tetapi, karena mendapat protes dari pihak keamanan DPP PKS maka akhirnya KPK hanya melakukan penyegelan. Itupun, menurut sumber PKS, tidak semuanya milik LHI. Sebagiannya milik pribadi kader PKS dan sebagian lainnya merupakan mobil operasional DPP PKS. Why?
Atas perilaku sewenang-wenang tersebut, pihak PKS tidak tinggal diam. Setelah menyampaikan protes protes dan kritik-kritik tajam, DPP PKS akhirnya secara resmi mengadukan oknum KPK ke Mabes Polri. Mereka yang diadukan adalah juru bicara KPK, Johan Budi dan 10 orang penyidik KPK.
Dalam pandangan penulis, langkah PKS ini merupakan tindakan berani karena telah berani melawan arus opini umum. Sebagai konsekuensinya, PKS menelan pil pahit cemoohan publik yang menyebutnya sebagai tindakan melawan KPK. Namun, tentunya PKS telah memperhitungkan konsekuensi tersebut. Karena, apa yang telah dilakukan oleh KPK merupakan bentuk
Memang, apa yang dilakukan PKS terkesan PKS sedang melawan lembaga anti korupsi yang didukung masyarakat luas, tetapi sebenarnya PKS tengah melakukan kritik atas pelaksanaan penegakkan hukum oleh KPK yang sembrono. Opini masyarakat terlanjur menganggap KPK sebagai lembaga “suci” maka wajar jika PKS dianggap telah melawan arus. Siapa yang melawannya maka berarti ia pendukung korupsi atau melindungi koruptor. Wajarlah, jika semua tindakan KPK dianggap selalu benar, padahal KPK juga bisa salah.
Dalam negara demokrasi, opini “suci” ini merupakan ancaman bagi demokrasi karena ia berpotensi memunculkan tirani. Dan, tirani harus dilawan. Kesewenangan KPK merupakan bentuk tirani dalam penegakkan hukum.
Apa yang telah dilakukan PKS bukanlah upaya melemahkan lembaga anti korupsi tersebut, tetapi sebuah kritik atas kesewenangan. Karena, jika kesewenangan dibiarkan akan memunculkan tirani di negeri yang sedang menikmati alam demokrasi ini.
Lokomotif kritik terhadap mitos “kesucian” KPK telah dimulai. Lokomotif itu adalah PKS. PKS telah mendobrak “kesucian” tersebut. Langkah berani ini patut diacungi jempol. Jangan dicaci, apalagi dihina. Karena PKS tengah menjadi pengimbang atas kesewenangan KPK.
Penulis memperkirakan, jika langkah PKS ini pada nantinya mampu mengurangi arogansi KPK maka akan diikuti pihak lain yang merasa terzalimi oleh kesewenangan KPK. Apalagi, kabar terbaru kemarin, seorang hakim non aktif di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus), Syarifuddin, telah memenangkan gugatan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) atas perbuatan KPK yang melakukan penyitaan maupun penggeledehan di luar barang bukti. (http://www.republika.co.id/berita/nasional/hukum/12/04/19)
Sejalan dengan Syarifuddin, PKS juga tengah melakukan protes atas pemberlakukan Tindak PIdana Pencucian Uang (TPPU) atas Lufti karena menurut sejumlah pakar hukum pemberlakuan TPPU atas LHI tidaklah benar.
Langkah PKS dalam menjalankan peran sebagai kekuatan pengimbang ini juga merupakan upaya memberantas korupsi di negeri ini.
Teruslah bergerak, wahai lokomotif, agar gerbong-gerbong lain di belakangmu juga ikut melaju. Ayo, basmi korupsi!
Label:
pks
02.03
Oleh: Astocha Abdurrahman
Orang-orang dahulu mencela pemimpin-pemimpin miskin. Ini contoh ucapan orang-orang terdahulu ketika mencela pemimpin miskin.
Maka berkatalah pemimpin-pemimpin yang kafir dari kaumnya: “Kami tidak melihat kamu (Nuh), melainkan (sebagai) seorang manusia (biasa) seperti kami, dan kami tidak melihat orang-orang yang mengikuti kamu melainkan orang-orang yang hina dina di antara kami yang lekas percaya saja, dan kami tidak melihat kamu memiliki sesuatu kelebihan apa pun atas kami,
Hud 27
Nabi mereka mengatakan kepada mereka: “Sesungguhnya Allah telah mengangkat Thalut menjadi rajamu”. Mereka menjawab: “Bagaimana Thalut memerintah kami, padahal kami lebih berhak mengendalikan pemerintahan daripadanya, sedang dia pun tidak diberi kekayaan yang banyak?”
AlBaqoroh 247
dan dia mempunyai kekayaan besar, maka ia berkata kepada kawannya ketika ia bercakap-cakap dengan dia: “Hartaku lebih banyak dari pada hartamu dan pengikut-pengikutku lebih kuat”.
AlKahfi 34
Masyarakat tidak menghormati Nabi Musa yang sederhana, tetapi malah berharap seperti Karun yang megah:
Maka keluarlah Karun kepada kaumnya dalam kemegahannya. Berkatalah orang-orang yang menghendaki kehidupan dunia: “Moga-moga kiranya kita mempunyai seperti apa yang telah diberikan kepada Karun; sesungguhnya ia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar”.
AlQosos 79
Sekarang masuk jaman aneh. Sekarang ini orang-orang mencela pemimpin-pemimpin kaya, khususnya mencela pemimpin PKS yang kaya (Pemimpin Partai lain yang kaya tidak menjadi sorotan). Tambah aneh, sekarang ini yang laris manis adalah pelatihan-pelatihan menjadi orang kaya. Buku-buku menjadi orang kaya. Aneh Gak?
Sementara itu Allah tidak mencela Nabi Sulaiman yang kaya raya menjadi raja besar.Istana kaca kendaraan kuda-kuda yang bagus.
Jadi, masalah kaya miskin itu di sisi Allah bukan sesuatu. Maka ayo tidak mempermasalahkan pemimpin kaya.
Bagaimana menurut Anda?
Mana yang Baik Pemimpin PKS Kaya atau Pemimpin Miskin
Written By admin on Senin, 20 Mei 2013 | 02.03

Oleh: Astocha Abdurrahman
Orang-orang dahulu mencela pemimpin-pemimpin miskin. Ini contoh ucapan orang-orang terdahulu ketika mencela pemimpin miskin.
Maka berkatalah pemimpin-pemimpin yang kafir dari kaumnya: “Kami tidak melihat kamu (Nuh), melainkan (sebagai) seorang manusia (biasa) seperti kami, dan kami tidak melihat orang-orang yang mengikuti kamu melainkan orang-orang yang hina dina di antara kami yang lekas percaya saja, dan kami tidak melihat kamu memiliki sesuatu kelebihan apa pun atas kami,
Hud 27
Nabi mereka mengatakan kepada mereka: “Sesungguhnya Allah telah mengangkat Thalut menjadi rajamu”. Mereka menjawab: “Bagaimana Thalut memerintah kami, padahal kami lebih berhak mengendalikan pemerintahan daripadanya, sedang dia pun tidak diberi kekayaan yang banyak?”
AlBaqoroh 247
dan dia mempunyai kekayaan besar, maka ia berkata kepada kawannya ketika ia bercakap-cakap dengan dia: “Hartaku lebih banyak dari pada hartamu dan pengikut-pengikutku lebih kuat”.
AlKahfi 34
Masyarakat tidak menghormati Nabi Musa yang sederhana, tetapi malah berharap seperti Karun yang megah:
Maka keluarlah Karun kepada kaumnya dalam kemegahannya. Berkatalah orang-orang yang menghendaki kehidupan dunia: “Moga-moga kiranya kita mempunyai seperti apa yang telah diberikan kepada Karun; sesungguhnya ia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar”.
AlQosos 79
Sekarang masuk jaman aneh. Sekarang ini orang-orang mencela pemimpin-pemimpin kaya, khususnya mencela pemimpin PKS yang kaya (Pemimpin Partai lain yang kaya tidak menjadi sorotan). Tambah aneh, sekarang ini yang laris manis adalah pelatihan-pelatihan menjadi orang kaya. Buku-buku menjadi orang kaya. Aneh Gak?
Sementara itu Allah tidak mencela Nabi Sulaiman yang kaya raya menjadi raja besar.Istana kaca kendaraan kuda-kuda yang bagus.
Jadi, masalah kaya miskin itu di sisi Allah bukan sesuatu. Maka ayo tidak mempermasalahkan pemimpin kaya.
Bagaimana menurut Anda?
Label:
pks
02.01
Oleh : Hanief Sarwono/Kompasiana
Setelah drama pertarungan yang disajikan oleh beberapa Media nasional sukses menarik perhatian publik indonesia tentang pertarungan antara KPK dan Partai Keadilan Sejahtera,maka untuk sementara dimenangkan kan 1-0 buat PKS,klaim ini dibuat setelah mendengar pengakuan AF,tengtang hubungan AF dan PKS dan Kemana uang satu milyar dari PT Indo Guna.
opini yang begitu kuat menyudutkan PKS dari berbagai pihak termasuk KPK dan media-media yang memetik“keuntungan”dari drama ini,untuk sementara waktu intensitasnya sedikit cooling down,klaim dari beberapa media online Pro PKS dan yang menamakan cyber army PKS memang ada benarnya,ketika partai Keadilan Sejahtera mulai tersudut,media-media yang kontra dengan PKS sekan terus menyerang bertubi-tubi seakan kasus suap yang belum belum terjadi itu memang sudah terjadi.
Media-media terutama media elektronik swasta nasional sangat menggebu-gebu memberikan seakan –akan tersangka Ahmad Fathanah memang PKS dan PKS juga menjadi tersangkanya,hal ini wajar,karena kasus ini seakan menjadi senjata yang ampuh untuk membumi hanguskan Partai yang dianggap menjadi ancaman yang serius bagi partai-partai lawan politiknya,apalagi dari beberapa media itu masing-masing memang menjadi corong lawan politik dari PKS.
Akan tetapi ketika Partai Keadilan Sejahtera mendapat angin segar dari sidang kasus itu seakan media tutup mulut,bahkan pemotongan siaran live oleh beberapa stasiun televisi yang menayangkan pengakuan AF,dibaca oleh PKS bukti tendensi media yang tidak fair.
Dengan dipublikasikanya transkip rekaman pembicaraan antara LHI dan AF,itu menjadi hal yang menarik buat media.
Pada akhirnya media-media itu mengekploitasi hal ini agar bisa dijadikan senjata yang dapat digunakan untuk menohok PKS.
Maka kita tunggu saja drama ini,akankah Partai Keadilan Sejahtera tetap kuat menerima serangan-serangan seperti halnya kuatnya soliditas kader PKS.
Masyarakatpun akan membaca drama ini,sebagai gambaran bagaimana masyarakat membaca drama itu kita lihat salah satu media yaitu survey dari detik com,yang mengangkat tema “Perlawanan PKS terhadap KPK akan jadi bumerang”
Ada sekitar 46% masyarakat “PRO” dan yang “KONTRA” sekitar 54%,dengan demikian skor sementara 2-0 untuk PKS
PKS Vs KPK 2-0

Oleh : Hanief Sarwono/Kompasiana
Setelah drama pertarungan yang disajikan oleh beberapa Media nasional sukses menarik perhatian publik indonesia tentang pertarungan antara KPK dan Partai Keadilan Sejahtera,maka untuk sementara dimenangkan kan 1-0 buat PKS,klaim ini dibuat setelah mendengar pengakuan AF,tengtang hubungan AF dan PKS dan Kemana uang satu milyar dari PT Indo Guna.
opini yang begitu kuat menyudutkan PKS dari berbagai pihak termasuk KPK dan media-media yang memetik“keuntungan”dari drama ini,untuk sementara waktu intensitasnya sedikit cooling down,klaim dari beberapa media online Pro PKS dan yang menamakan cyber army PKS memang ada benarnya,ketika partai Keadilan Sejahtera mulai tersudut,media-media yang kontra dengan PKS sekan terus menyerang bertubi-tubi seakan kasus suap yang belum belum terjadi itu memang sudah terjadi.
Media-media terutama media elektronik swasta nasional sangat menggebu-gebu memberikan seakan –akan tersangka Ahmad Fathanah memang PKS dan PKS juga menjadi tersangkanya,hal ini wajar,karena kasus ini seakan menjadi senjata yang ampuh untuk membumi hanguskan Partai yang dianggap menjadi ancaman yang serius bagi partai-partai lawan politiknya,apalagi dari beberapa media itu masing-masing memang menjadi corong lawan politik dari PKS.
Akan tetapi ketika Partai Keadilan Sejahtera mendapat angin segar dari sidang kasus itu seakan media tutup mulut,bahkan pemotongan siaran live oleh beberapa stasiun televisi yang menayangkan pengakuan AF,dibaca oleh PKS bukti tendensi media yang tidak fair.
Dengan dipublikasikanya transkip rekaman pembicaraan antara LHI dan AF,itu menjadi hal yang menarik buat media.
Pada akhirnya media-media itu mengekploitasi hal ini agar bisa dijadikan senjata yang dapat digunakan untuk menohok PKS.
Maka kita tunggu saja drama ini,akankah Partai Keadilan Sejahtera tetap kuat menerima serangan-serangan seperti halnya kuatnya soliditas kader PKS.
Masyarakatpun akan membaca drama ini,sebagai gambaran bagaimana masyarakat membaca drama itu kita lihat salah satu media yaitu survey dari detik com,yang mengangkat tema “Perlawanan PKS terhadap KPK akan jadi bumerang”
Ada sekitar 46% masyarakat “PRO” dan yang “KONTRA” sekitar 54%,dengan demikian skor sementara 2-0 untuk PKS
Label:
pks
21.32
Dalam sebuah konspirasi busuk Hasan Al Banna akhirnya mati kehabisan
darah di rumah sakit tanpa mendapatkan pertolongan. Lukanya tidak parah
sebab setelah ditembak justeru dia yang memapah pengawalnya yang luka
parah ke rumah sakit.
Ia meninggal sebab pihak rumah sakit telah mendapatkan perintah agar membiarkannya sampai mati. Di kamar rumah sakit bukan dokter yang berdiri menemaninya tapi seorang polisi bersenjata lengkap yang menunggu sampai ia betul-betul tewas.
Sayyid Quthb di gantung oleh orang yang selama ini memanggilnya abang. Kepala penjara yang setiap hari menyiksanya menyatakan dengan tegas dihadapan adik perempuannya bahwa kalian orang baik bahkan orang terbaik yang ada di negara ini. Tapi tetap saja Sayyid Qutub digantung.
Zainab Al Ghazali seorang ibu
tidak berdosa harus menjadi santapan
anjing lapar di penjara sempit dan berbau. Berhari-hari, berbulan-bulan
bahkan sampai bertahun tahun ia tinggal dalam sel penyiksaan itu.
Padahal ia hanya seorang perempuan biasa yang setiap hari menyampaikan
ceramah dari satu rumah ke rumah yang lain, dari satu majlis ke majlis
yang lain.
Antum tahu ikhwah mengapa mereka mendapatkan semua itu? Karena mereka sedang memperjuangkan Islam yang menegara.
Hari ini kita hanya di cemooh, kita hanya dikomentari oleh orang-orang yang tidak paham terhadap apa yang kita yakini ini. Kita hanya di ancam untuk dibubarkan. Belum diminta menyerahkan nyawa.
Tetaplah di sini, biar mereka faham mengapa kita begitu mencintai dakwah ini. Tegarlah di sini sampai akhirnya Allah memanggil kita dengan keridhaannya...
-Ustadz Ahsanur Ahmad, Lc-
Inilah Alasan Kami Mencintai Dakwah Ini
Written By admin on Jumat, 17 Mei 2013 | 21.32

Ia meninggal sebab pihak rumah sakit telah mendapatkan perintah agar membiarkannya sampai mati. Di kamar rumah sakit bukan dokter yang berdiri menemaninya tapi seorang polisi bersenjata lengkap yang menunggu sampai ia betul-betul tewas.
Sayyid Quthb di gantung oleh orang yang selama ini memanggilnya abang. Kepala penjara yang setiap hari menyiksanya menyatakan dengan tegas dihadapan adik perempuannya bahwa kalian orang baik bahkan orang terbaik yang ada di negara ini. Tapi tetap saja Sayyid Qutub digantung.
Zainab Al Ghazali seorang ibu
Antum tahu ikhwah mengapa mereka mendapatkan semua itu? Karena mereka sedang memperjuangkan Islam yang menegara.
Hari ini kita hanya di cemooh, kita hanya dikomentari oleh orang-orang yang tidak paham terhadap apa yang kita yakini ini. Kita hanya di ancam untuk dibubarkan. Belum diminta menyerahkan nyawa.
Tetaplah di sini, biar mereka faham mengapa kita begitu mencintai dakwah ini. Tegarlah di sini sampai akhirnya Allah memanggil kita dengan keridhaannya...
-Ustadz Ahsanur Ahmad, Lc-
Label:
pks
21.40
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terperangah mengetahui aset-aset mobil Partai Keadilan Sejahtera (PKS) senilai Rp 21 Milyar. Jika KPK tahu bahwa aset PKS di seluruh Indonesia bisa mencapai ratusan milyar dengan biaya operasional partai lebih dari Rp 20 milyar/bulan, agaknya KPK akan lebih terperangah lagi. Dari mana PKS mendapatkan dana untuk membeli aset dan membiayai dakwahnya tersebut? Wakil Sekjen PKS Mahfudz Siddiq membeberkan dalam kulwitnya sebagai berikut:
KPK terperangah aset mobil2 dinas PKS senilai 21M ? Hmm.. Pintu masuk bagus untuk mengenal PKS. #taaruf
Info tambahan, PKS juga punya kantor milik sendiri di beberapa provinsi dan kabupaten/kota. Jika dinilai tentu total lebih dari 21M
Ununtuk operasional, PKS juga memberi tunjangan finansial bagi sejumlah pengurus yang full-time, baik DPP, DPW dan DPD.
Biaya operasional bulanan DPP misalnya 1 sd 1.5 M per-bulan, membiayai seluruh Bidang, Badan dan Departemen-2 serta rumah-tangga.
Ununtuk ukuran DPD di kabupaten/kota, biaya operasional bulanan mereka antara 50 sd 100 juta. Sementara untuk DPW sekitar 100 sd 200 juta.
Jadi untuk hitung biaya operasional total bulanan, jumlahkan saja DPP + 33 DPW + hampir 500 DPD. Pastinya sangat besar.
Sblm muncul sbg parpol pd 1999, PKS adalah gerakan dakwah yang juga terorganisir. Punya aset kantor, kendaraan dan biaya operasional.
Seingat saya sblm 1999, aset gerakan ini tidak kurang dari 5 kantor & 20-mobil serta sejumlah sepeda motor. Atas nama perorangan.
Semua aset gerakan dakwah sblm 1999 berasal dari infak dan wakaf banyak pihak yang terlibat, mendukung dan simpati dengan dakwah.
Sekarang dari mana sumber dana utama PKS untuk biayai kegiatan2nya? Pertama infak rutin kader tiap pekan. Biasanya dihimpun saat pengajian.
Kami pun biasa menghimpun dana solidaritas bagi dunia Islam dan bantuan kemanusiaan dengan berbagai acara keumatan.
Tiap pekan per-group pengajian bisa himpun Rp 50-100 ribu. Kami saat ini punya lebih dari 200 ribu group bernama halaqah tarbawiyah.
Kedua, infak wajib bulanan anggota inti. Liputi iuran wajib & zakat penghasilan. Sbg contoh infak wajib bulanan saya 1.5 sd 2 juta.
Besaran infak wajib bulanan berbeda tiap anggota, sesuai besaran penghasilannya. Sekarang ada 600 ribuan anggota inti.
Ketiga, zakat tahunan. Berupa zakat maal, zakat fitrah, infak dan shadaqah anggota. Biasanya dihimpun selama ramadhan.
Lemaba2 amil zakat yang dikelola kader PKS jg himpun zakat, infak & shadaqah dari masy ununtuk didistribusikan ke masy fakir-miskin.
Dari zakat maal tahunan anggota tsb terhimpun cukup besar. Untuk membantu anggota yang fuqara&masakin dan ununtuk program2 kemanusiaan.
Keempat, infak bulanan pejabat publik baik di legislatif maupun eksekutif. Anggota FPKS DPR tiap bulan bayar infak 20 juta ke DPP.
Ada 57 anggota di DPR, 200-an anggota DPRD Prov dan 2000-an anggota DPRD Kab/Kota. Besaran infak bulanannya berbeda2.
Sebagai contoh aleg DPRD kota/kab cirebon, infak bulanan sbg pejabat publik ke DPD sebesar Rp 3 juta. Jika ditotal pasti besar.
Kelima, ta'awun maali atau partisipasi pendanaan. Biasanya dilakukan jika ada kegiatan tertentu, musibah yang dialami anggota, dll.
Ta'awun maali bersifat sukarela termasuk jumlahnya. Bisa juga dilakukan dlm benuntuk pinjaman lunak.
Sbg contoh di cirebon ada kader dokter pinjamkan dana 500 juta untuk bantu bangun kantor DPD. Tanpa bunga.
Kelima, kerjasama program. Kader2 PKS banyak yang kelola lembaga pendidikan, sosial, dakwah & bisnis. Mrk lakukan kerjasama program.
Misal BPR syariah milik kader kerjasama program dengan Bidang Ekonomi di PKS. Lembaga pendidikan dengan Departemen Pelajar di PKS, dst.
Keenam, dana bantuan keuangan parpol dari pemerintah setiap tahun berdasarkan perolehan suara pemilu. Lumayan besar-lah jumlahnya.
Ketujuh, hibah aset bergerak dari dermawan. Ada yang bantu motor, mobil, komputer, dll. Ununtuk kendaraan biasanya pakai nama pribadi.
Kedelapan, penyertaan modal ununtuk usaha/bisnis yang dikelola secara profesional oleh perorangan/perusahaan yang dilakukan bendahara.
Ini dilakukan krn UU mengatur parpol tdk boleh memiliki lembaga usaha/bisnis.
Itu sumber dan cara PKS menghimpun dana untuk biayai program-kegiatan yang putarannya harian dan sediakan fasilitas kerjanya.
Silakan Anda kunjungi kantor2 PKS di DPP, DPW, DPD, DPC dan DPRa. Perhatikan kesibukan kegiatan mereka yang tak henti siang-malam.
Ada satu lagi, yang kami sebut "da'mu dzati" atau pendanaan mandiri. Yaitu aktivitas yang diikuti dan didanai mandiri oleh kader.
Misalnya bulan ini sejumlah DPD adakan camping-ground/mukhayyam. Tiap anggota keluarkan Rp 200 ribuan ununtuk jadi peserta.
Atau rakor PIP PKS di Istanbul lalu. Semua perwakilan yang datang atas biaya sendiri.
Jadi ketika KPK terperangah melihat mobil2 PKS, saya maklum. Krn mereka belum mengenal kami.
Setiap Departemen, Bidang dan Badan di DPP PKS memang difasilitasi mobil operasional. Trmsk untuk Pres, Sekjen & Bendahara.
Ketika melihat petugas KPK geledah ruang kantor DPP PKS untuk lacak asal-muasal keuangan partai, hati saya sangat galau.
"Jika saja petugas2 itu tahu lembaran2 lusuh uang infak kader-2 kami yang mereka berikan dengan ikhlas tiap pekan, bulan & ramadhan.."
Bukankah awalnya anda sdg selidiki uang 1 M di tangan AF yang diduga akan diberikan ke LHI ? Uang yang blm pernah sampai ke LHI itu ?
Lalu sekarang anda usut kantor, mobil dan ruang2 kerja kami -- lalu diikuti premis "jika partai terlibat maka...".
Saudaraku.. Saya tahu ada yang ingin PKS bubar dengan delik korupsi-korporasi & bahkan target si A si B si C harus "masuk" sblm lebaran.
Saya pun kenal sejumlah orang di sekeliling Anda yang nyata tak suka kepada kami. Baik alasan politis maupun ideologis.
Anda bisa lakukan apa saja sesuai tafsir kewenangan dan hukum yang hanya Anda di atasnya. Berakrobat pun mampu Anda lakukan.
Sekali kami berupaya mengingatkan kesalahan kecil Anda. Toh kita manusia yang bisa lupa dan keliru? Tapi Anda sebut kami "melawan".
Meski akhirnya kami senang krn Anda perbaiki kekeliruan itu. Tp Anda mmg tak ingin merasa "kalah". Anda ingin tetap dilihat hebat.
Kali ini Anda datang dengan surat lengkap. Tapi baru kali ini pula Anda dikawal puluhan polisi bersenjata.
Saudaraku.. Kenalkan, kami ini gerakan dakwah. Partai hanyalah instrumen saat kami harus juga berjuang secara politik.
Harta kami yang sesungguhnya adalah hati, akal dan lisan kami... Yang dulu bergerak leluasa di atas kaki-kaki bersepatu seadanya.
Menghampiri manusia di manapun mereka untuk ikuti kebenaran Ilahi dan bangun hidup dalam kebaikan. Hanya hati, akal dan lisan kami!
Kalian bisa ambil semua rumah, kantor, mobil dan meja kami. Tapi sekali-kali kalian tak akan bisa rampas hati, akal dan lisan kami.
Kalian pun bisa penjarakan siapapun yang kalian kehendaki dari kami. Tapi sekali-kali tak bisa kalian jamah hati, akal & lisan kami
Kami akan kagum dan hormat kepada Anda ketika anda berani krn kejujuran. Tegas krn kebenaran.
Tapi nurani kami yang kami hidupkan di tengah malam sunyi selalu mengatakan sebaliknya. Ada awan gelap menyelimuti kalian.
Tapi kami harus katakan bahwa yang Anda lakukan adalah sunnah dalam jalan dakwah kami. Suatu yang akan selalu terjadi.
Sunnah itu akan memperbaiki dan memperkuat jalan dan barisan dakwah kami. Saat kalian sudah hampa wewenang dan kuasa.
Meski kalian sakiti kami, namun kami akan tetap mendoakan kalian. Masih panjang perjalanan dan waktu di depan.
Kami harus terus berdoa ununtuk kalian. Karena rakyat negeri ini masih menaruh harapan baik kepada Anda. Kami pun begitu.
Doa malamku: "Ya Allah Engkau Maha Tahu bahwa hati-hati kami tlah berhimpun atas dasar cinta kepada-MU...
"bersama bangun kebaikan dalam ketaatan kepada-MU. Dan bersatupadu dalam jalan dakwah-MU. Serta berjanji menyebarluaskan ayariatmu.
"Maka eratkanlah Ya Allah ikatan hati di antara kami. Langgengkan persaudaraannya. Dan tunjuki jalan dakwah kami..
"Dan terangilah jalan kami dengan cahaya-MU yang tak pernah pudar & padam. Lapang dan tentramkan hati kami dengan keutamaan iman kpd-Mu..
"Perindahlah tawakal kami kepada-MU. Hidupkan senantiasa kami dalam ma'rifat kpd-MU. Dan wafatkan kami dalam syahid di jalan-MU..
"Sesungguhnya Engkau-lah tempat perlindungan dan pertolongan bagi kami.. Dan segala puji bagi-MU ya Rabb.."
[Sumber: @MahfudzSiddiq]
Inilah Jawaban Mahfudz Siddiq untuk KPK yang Terperangah Aset PKS
Written By admin on Kamis, 16 Mei 2013 | 21.40

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terperangah mengetahui aset-aset mobil Partai Keadilan Sejahtera (PKS) senilai Rp 21 Milyar. Jika KPK tahu bahwa aset PKS di seluruh Indonesia bisa mencapai ratusan milyar dengan biaya operasional partai lebih dari Rp 20 milyar/bulan, agaknya KPK akan lebih terperangah lagi. Dari mana PKS mendapatkan dana untuk membeli aset dan membiayai dakwahnya tersebut? Wakil Sekjen PKS Mahfudz Siddiq membeberkan dalam kulwitnya sebagai berikut:
KPK terperangah aset mobil2 dinas PKS senilai 21M ? Hmm.. Pintu masuk bagus untuk mengenal PKS. #taaruf
Info tambahan, PKS juga punya kantor milik sendiri di beberapa provinsi dan kabupaten/kota. Jika dinilai tentu total lebih dari 21M
Ununtuk operasional, PKS juga memberi tunjangan finansial bagi sejumlah pengurus yang full-time, baik DPP, DPW dan DPD.
Biaya operasional bulanan DPP misalnya 1 sd 1.5 M per-bulan, membiayai seluruh Bidang, Badan dan Departemen-2 serta rumah-tangga.
Ununtuk ukuran DPD di kabupaten/kota, biaya operasional bulanan mereka antara 50 sd 100 juta. Sementara untuk DPW sekitar 100 sd 200 juta.
Jadi untuk hitung biaya operasional total bulanan, jumlahkan saja DPP + 33 DPW + hampir 500 DPD. Pastinya sangat besar.
Sblm muncul sbg parpol pd 1999, PKS adalah gerakan dakwah yang juga terorganisir. Punya aset kantor, kendaraan dan biaya operasional.
Seingat saya sblm 1999, aset gerakan ini tidak kurang dari 5 kantor & 20-mobil serta sejumlah sepeda motor. Atas nama perorangan.
Semua aset gerakan dakwah sblm 1999 berasal dari infak dan wakaf banyak pihak yang terlibat, mendukung dan simpati dengan dakwah.
Sekarang dari mana sumber dana utama PKS untuk biayai kegiatan2nya? Pertama infak rutin kader tiap pekan. Biasanya dihimpun saat pengajian.
Kami pun biasa menghimpun dana solidaritas bagi dunia Islam dan bantuan kemanusiaan dengan berbagai acara keumatan.
Tiap pekan per-group pengajian bisa himpun Rp 50-100 ribu. Kami saat ini punya lebih dari 200 ribu group bernama halaqah tarbawiyah.
Kedua, infak wajib bulanan anggota inti. Liputi iuran wajib & zakat penghasilan. Sbg contoh infak wajib bulanan saya 1.5 sd 2 juta.
Besaran infak wajib bulanan berbeda tiap anggota, sesuai besaran penghasilannya. Sekarang ada 600 ribuan anggota inti.
Ketiga, zakat tahunan. Berupa zakat maal, zakat fitrah, infak dan shadaqah anggota. Biasanya dihimpun selama ramadhan.
Lemaba2 amil zakat yang dikelola kader PKS jg himpun zakat, infak & shadaqah dari masy ununtuk didistribusikan ke masy fakir-miskin.
Dari zakat maal tahunan anggota tsb terhimpun cukup besar. Untuk membantu anggota yang fuqara&masakin dan ununtuk program2 kemanusiaan.
Keempat, infak bulanan pejabat publik baik di legislatif maupun eksekutif. Anggota FPKS DPR tiap bulan bayar infak 20 juta ke DPP.
Ada 57 anggota di DPR, 200-an anggota DPRD Prov dan 2000-an anggota DPRD Kab/Kota. Besaran infak bulanannya berbeda2.
Sebagai contoh aleg DPRD kota/kab cirebon, infak bulanan sbg pejabat publik ke DPD sebesar Rp 3 juta. Jika ditotal pasti besar.
Kelima, ta'awun maali atau partisipasi pendanaan. Biasanya dilakukan jika ada kegiatan tertentu, musibah yang dialami anggota, dll.
Ta'awun maali bersifat sukarela termasuk jumlahnya. Bisa juga dilakukan dlm benuntuk pinjaman lunak.
Sbg contoh di cirebon ada kader dokter pinjamkan dana 500 juta untuk bantu bangun kantor DPD. Tanpa bunga.
Kelima, kerjasama program. Kader2 PKS banyak yang kelola lembaga pendidikan, sosial, dakwah & bisnis. Mrk lakukan kerjasama program.
Misal BPR syariah milik kader kerjasama program dengan Bidang Ekonomi di PKS. Lembaga pendidikan dengan Departemen Pelajar di PKS, dst.
Keenam, dana bantuan keuangan parpol dari pemerintah setiap tahun berdasarkan perolehan suara pemilu. Lumayan besar-lah jumlahnya.
Ketujuh, hibah aset bergerak dari dermawan. Ada yang bantu motor, mobil, komputer, dll. Ununtuk kendaraan biasanya pakai nama pribadi.
Kedelapan, penyertaan modal ununtuk usaha/bisnis yang dikelola secara profesional oleh perorangan/perusahaan yang dilakukan bendahara.
Ini dilakukan krn UU mengatur parpol tdk boleh memiliki lembaga usaha/bisnis.
Itu sumber dan cara PKS menghimpun dana untuk biayai program-kegiatan yang putarannya harian dan sediakan fasilitas kerjanya.
Silakan Anda kunjungi kantor2 PKS di DPP, DPW, DPD, DPC dan DPRa. Perhatikan kesibukan kegiatan mereka yang tak henti siang-malam.
Ada satu lagi, yang kami sebut "da'mu dzati" atau pendanaan mandiri. Yaitu aktivitas yang diikuti dan didanai mandiri oleh kader.
Misalnya bulan ini sejumlah DPD adakan camping-ground/mukhayyam. Tiap anggota keluarkan Rp 200 ribuan ununtuk jadi peserta.
Atau rakor PIP PKS di Istanbul lalu. Semua perwakilan yang datang atas biaya sendiri.
Jadi ketika KPK terperangah melihat mobil2 PKS, saya maklum. Krn mereka belum mengenal kami.
Setiap Departemen, Bidang dan Badan di DPP PKS memang difasilitasi mobil operasional. Trmsk untuk Pres, Sekjen & Bendahara.
Ketika melihat petugas KPK geledah ruang kantor DPP PKS untuk lacak asal-muasal keuangan partai, hati saya sangat galau.
"Jika saja petugas2 itu tahu lembaran2 lusuh uang infak kader-2 kami yang mereka berikan dengan ikhlas tiap pekan, bulan & ramadhan.."
Bukankah awalnya anda sdg selidiki uang 1 M di tangan AF yang diduga akan diberikan ke LHI ? Uang yang blm pernah sampai ke LHI itu ?
Lalu sekarang anda usut kantor, mobil dan ruang2 kerja kami -- lalu diikuti premis "jika partai terlibat maka...".
Saudaraku.. Saya tahu ada yang ingin PKS bubar dengan delik korupsi-korporasi & bahkan target si A si B si C harus "masuk" sblm lebaran.
Saya pun kenal sejumlah orang di sekeliling Anda yang nyata tak suka kepada kami. Baik alasan politis maupun ideologis.
Anda bisa lakukan apa saja sesuai tafsir kewenangan dan hukum yang hanya Anda di atasnya. Berakrobat pun mampu Anda lakukan.
Sekali kami berupaya mengingatkan kesalahan kecil Anda. Toh kita manusia yang bisa lupa dan keliru? Tapi Anda sebut kami "melawan".
Meski akhirnya kami senang krn Anda perbaiki kekeliruan itu. Tp Anda mmg tak ingin merasa "kalah". Anda ingin tetap dilihat hebat.
Kali ini Anda datang dengan surat lengkap. Tapi baru kali ini pula Anda dikawal puluhan polisi bersenjata.
Saudaraku.. Kenalkan, kami ini gerakan dakwah. Partai hanyalah instrumen saat kami harus juga berjuang secara politik.
Harta kami yang sesungguhnya adalah hati, akal dan lisan kami... Yang dulu bergerak leluasa di atas kaki-kaki bersepatu seadanya.
Menghampiri manusia di manapun mereka untuk ikuti kebenaran Ilahi dan bangun hidup dalam kebaikan. Hanya hati, akal dan lisan kami!
Kalian bisa ambil semua rumah, kantor, mobil dan meja kami. Tapi sekali-kali kalian tak akan bisa rampas hati, akal dan lisan kami.
Kalian pun bisa penjarakan siapapun yang kalian kehendaki dari kami. Tapi sekali-kali tak bisa kalian jamah hati, akal & lisan kami
Kami akan kagum dan hormat kepada Anda ketika anda berani krn kejujuran. Tegas krn kebenaran.
Tapi nurani kami yang kami hidupkan di tengah malam sunyi selalu mengatakan sebaliknya. Ada awan gelap menyelimuti kalian.
Tapi kami harus katakan bahwa yang Anda lakukan adalah sunnah dalam jalan dakwah kami. Suatu yang akan selalu terjadi.
Sunnah itu akan memperbaiki dan memperkuat jalan dan barisan dakwah kami. Saat kalian sudah hampa wewenang dan kuasa.
Meski kalian sakiti kami, namun kami akan tetap mendoakan kalian. Masih panjang perjalanan dan waktu di depan.
Kami harus terus berdoa ununtuk kalian. Karena rakyat negeri ini masih menaruh harapan baik kepada Anda. Kami pun begitu.
Doa malamku: "Ya Allah Engkau Maha Tahu bahwa hati-hati kami tlah berhimpun atas dasar cinta kepada-MU...
"bersama bangun kebaikan dalam ketaatan kepada-MU. Dan bersatupadu dalam jalan dakwah-MU. Serta berjanji menyebarluaskan ayariatmu.
"Maka eratkanlah Ya Allah ikatan hati di antara kami. Langgengkan persaudaraannya. Dan tunjuki jalan dakwah kami..
"Dan terangilah jalan kami dengan cahaya-MU yang tak pernah pudar & padam. Lapang dan tentramkan hati kami dengan keutamaan iman kpd-Mu..
"Perindahlah tawakal kami kepada-MU. Hidupkan senantiasa kami dalam ma'rifat kpd-MU. Dan wafatkan kami dalam syahid di jalan-MU..
"Sesungguhnya Engkau-lah tempat perlindungan dan pertolongan bagi kami.. Dan segala puji bagi-MU ya Rabb.."
[Sumber: @MahfudzSiddiq]
Label:
pks
22.07
Saat sel-sel tarbawi menjelma menjadi PK, kaum Sekuler-Liberal bilang: "Alaah ... paling gak lewat 2 %. Biarkan aja, nanti juga mati sendiri."
Saat berubah menjadi PKS dan meraih dukungan di atas 5 %, kaum Sekuler-Liberal bilang, "Alah kaum ekslusif ... anti tanah air ... maklum gerakan ultranasional ... melebihi transnasional ... Waspada .. hati-hati ... "
Saat soliditas internal fokus pada: bersih, peduli, profesional. Sedang parpol lain bubar jalan, gontok-gontokkan, dan saling bersaing meraih pengaruh, kaum Sekuler-Liberal bilang, "Gak bersih .. gak peduli ... gak profesional ... sama aja. Tuh buktinya, ada mantan pendirinya yang hengkang."
Saat membuka diri menjadi partai terbuka, kaum Sekuler-LIberal kelimpungan. Terlebih gerakan massif atas landasan Cinta-Kerja-Harmoni digalakkan. Kaum sekuler-liberal terinspirasi Sapi yang sejak lama menjadi simbol kehebohan di masa lalu. Maka muncullah Sapi Gate.
Itu komentar kaum sekuler-liberal. Sedang dari pencaci-pendengki- komen-komen kurang lebih tak keluar dari kosa kata: munafik-kafir-keluar dari Islam, anti syariat.
Ternyata, tugas kita bukan mengikuti irama yang ditabuh orang lain. Namun fokus pada agenda-agenda nyata yang terukur, transparan, dan terasakan khalayak publik.
Itulah tugas para gubernur, bupati, anggota legislatif. Jangan hanya diam waktu sidang soal rakyat. Juga jangan biarkan kader-kader di bawah kering kepanasan, busuk kehujanan
PKS, dari Tuduhan Wahabi hingga Korupsi Sapi
Written By admin on Rabu, 15 Mei 2013 | 22.07

Saat sel-sel tarbawi menjelma menjadi PK, kaum Sekuler-Liberal bilang: "Alaah ... paling gak lewat 2 %. Biarkan aja, nanti juga mati sendiri."
Saat berubah menjadi PKS dan meraih dukungan di atas 5 %, kaum Sekuler-Liberal bilang, "Alah kaum ekslusif ... anti tanah air ... maklum gerakan ultranasional ... melebihi transnasional ... Waspada .. hati-hati ... "
Saat soliditas internal fokus pada: bersih, peduli, profesional. Sedang parpol lain bubar jalan, gontok-gontokkan, dan saling bersaing meraih pengaruh, kaum Sekuler-Liberal bilang, "Gak bersih .. gak peduli ... gak profesional ... sama aja. Tuh buktinya, ada mantan pendirinya yang hengkang."
Saat membuka diri menjadi partai terbuka, kaum Sekuler-LIberal kelimpungan. Terlebih gerakan massif atas landasan Cinta-Kerja-Harmoni digalakkan. Kaum sekuler-liberal terinspirasi Sapi yang sejak lama menjadi simbol kehebohan di masa lalu. Maka muncullah Sapi Gate.
Itu komentar kaum sekuler-liberal. Sedang dari pencaci-pendengki- komen-komen kurang lebih tak keluar dari kosa kata: munafik-kafir-keluar dari Islam, anti syariat.
Ternyata, tugas kita bukan mengikuti irama yang ditabuh orang lain. Namun fokus pada agenda-agenda nyata yang terukur, transparan, dan terasakan khalayak publik.
Itulah tugas para gubernur, bupati, anggota legislatif. Jangan hanya diam waktu sidang soal rakyat. Juga jangan biarkan kader-kader di bawah kering kepanasan, busuk kehujanan
Label:
pks
09.12
Oleh : Abraham Naim/kompasiana
Ketika KPK mengalami sikap terpojok maka pimpinan KPK AS, JB bilang jangan dibenturkan KPK dan PKS
Sedangkan diawal-awal kasus keduanya getol dengan menantang PKS, bahwa tidak akan gentar melawan PKS
Ketika itu PKS hanya diam dan memberikan kewenangan terhadap KPK untuk menyelesaikan kasus LHI dengan kuasa hukumnya
LAGI-LAGI KPK menyeret-nyeret PKS ke pusaran kasus LHI lewat penyitaan tanpa prosedur
LAGI-LAGI KPK menyeret Anis Matta dan Hilmy Aminuddin ke pusaran kasus LHI lewat pemanggilan ke kantor KPK setelah itu tidak cukup disitu JB LAGI-LAGI menyeret PKS ke kasus LHI dengan pernyataan bahwa PKS tidak kooperatif
Tetapi hendak dikata PKS tahu betul kalo pen DZHOLIMAN KPK mulai dari asumsi penangkapan LHI, Penyitaan, pernyataan JB yang memojokkan ini terus dibiarkan maka akan rugi besar dan JB akan semena-mena memperlakukan PKS seperti ayam sayur dengan menebar fitnah sana dan fitnah sini
Maka dengan melihat kondisi seperti ini PKS mengeluarkan anak macan yang imut, gemes, galak, dikeluarkan dari kandangnya dia alah “Fahri Hamzah”,
Anak macan “Fahri Hamzah” sebenarnya sudah lama dikandangin setelah selesai melumat “daging century, BLBI”
“Fahri Hamzah” si anak macan ini terus tampil di acara-acara sirkus, besar atau sirkus kecil, semua penonton yang menyaksikannya dibuat terkagum kagum melihat kelincahan serta kepiawaiannya dalam alur tema “ PKS VS KPK”
Kalo JB bilang jangan dibesar-besarkan kasus LHI, sebenarnya kasus LHI itu sama dengan kasus lain,kata JB.
PKS sudah menjawabnya , iya PKS juga menganggap kasus ini kecil KPK saja yang Pestivalisasi kasus disamping itu juga PKS hanya menurunkan anak macan saja “Fahri Hamzah” belum biang nya atau anak-anak yang lainnya
KPK sudah kerepotan menghadapi anak macan “Fahri Hamzah” seorang, bahkan di acara sirkus terakhir ILC, JB mati kutu sayu dan berulang kali bilang “buktikan nanti kita di pengadilan 1000 x “ hwee
Rupanya JB sudah mengibarkan bendera putih, karena masyarakat sekarang sudah memberikan simpati terhadap PKS,
LAGI-LAGI hanya “Fahri Hamzah” yang diutus untuk menghadapi Media, KPK, serta pengamat yang asal jeplak, yang terakhir ICW yang sekarang hati-hati berbicara karena sudah merasakan betapa cakaran anak macan “Fahri Hamzah” yang mematikan…
Cukup Fahri Hamzah…Cukup Fahri Hamzah,,,,,Cukup fahri Hamzah saja,…
Cukup Fahry Hamzah !!!

Oleh : Abraham Naim/kompasiana
Ketika KPK mengalami sikap terpojok maka pimpinan KPK AS, JB bilang jangan dibenturkan KPK dan PKS
Sedangkan diawal-awal kasus keduanya getol dengan menantang PKS, bahwa tidak akan gentar melawan PKS
Ketika itu PKS hanya diam dan memberikan kewenangan terhadap KPK untuk menyelesaikan kasus LHI dengan kuasa hukumnya
LAGI-LAGI KPK menyeret-nyeret PKS ke pusaran kasus LHI lewat penyitaan tanpa prosedur
LAGI-LAGI KPK menyeret Anis Matta dan Hilmy Aminuddin ke pusaran kasus LHI lewat pemanggilan ke kantor KPK setelah itu tidak cukup disitu JB LAGI-LAGI menyeret PKS ke kasus LHI dengan pernyataan bahwa PKS tidak kooperatif
Tetapi hendak dikata PKS tahu betul kalo pen DZHOLIMAN KPK mulai dari asumsi penangkapan LHI, Penyitaan, pernyataan JB yang memojokkan ini terus dibiarkan maka akan rugi besar dan JB akan semena-mena memperlakukan PKS seperti ayam sayur dengan menebar fitnah sana dan fitnah sini
Maka dengan melihat kondisi seperti ini PKS mengeluarkan anak macan yang imut, gemes, galak, dikeluarkan dari kandangnya dia alah “Fahri Hamzah”,
Anak macan “Fahri Hamzah” sebenarnya sudah lama dikandangin setelah selesai melumat “daging century, BLBI”
“Fahri Hamzah” si anak macan ini terus tampil di acara-acara sirkus, besar atau sirkus kecil, semua penonton yang menyaksikannya dibuat terkagum kagum melihat kelincahan serta kepiawaiannya dalam alur tema “ PKS VS KPK”
Kalo JB bilang jangan dibesar-besarkan kasus LHI, sebenarnya kasus LHI itu sama dengan kasus lain,kata JB.
PKS sudah menjawabnya , iya PKS juga menganggap kasus ini kecil KPK saja yang Pestivalisasi kasus disamping itu juga PKS hanya menurunkan anak macan saja “Fahri Hamzah” belum biang nya atau anak-anak yang lainnya
KPK sudah kerepotan menghadapi anak macan “Fahri Hamzah” seorang, bahkan di acara sirkus terakhir ILC, JB mati kutu sayu dan berulang kali bilang “buktikan nanti kita di pengadilan 1000 x “ hwee
Rupanya JB sudah mengibarkan bendera putih, karena masyarakat sekarang sudah memberikan simpati terhadap PKS,
LAGI-LAGI hanya “Fahri Hamzah” yang diutus untuk menghadapi Media, KPK, serta pengamat yang asal jeplak, yang terakhir ICW yang sekarang hati-hati berbicara karena sudah merasakan betapa cakaran anak macan “Fahri Hamzah” yang mematikan…
Cukup Fahri Hamzah…Cukup Fahri Hamzah,,,,,Cukup fahri Hamzah saja,…
Label:
pks
09.08
Oleh : Muhammad Gunawan/Kompasiana
Melihat ILC tadi malam tanggal 15 Mei 2013 membuat saya merinding. Bukan tampilan Fachry Hamzah atau gesture Johan Budi yang kelihatan tertekan, tapi pertanyaan awal Karni Ilyas kepada Johan Budi. Pada awal melihat ILC saya berkata kepada istri ini PKS pasti dihabisin. Apalagi kalau selama ini kita melihat tipologi media termasuk TV One beritanya sering lebih memojokan PKS. Bayangan saya pasti karni Ilyas akan menyerang Narasumber dari PKS yaitu Fachry Hamzah CS, dan itulah tipologi Karni Ilyas selama ini.
Tapi yang luar biasa, ketika Karni Ilyas bertanya kepada Fachry Hamzah dia datar-datar aja, akan tetapi sebaliknya ketika bertanya kepada Johan Budi. Hal ini dimulai ketika Johan Budi diminta untuk member pernyataan, justru Johan Budi menantang agar Karni Ilyas yang mengajukan pertanyaan. Akhrinya karni Ilyas berkata bahwa TPPU harus dimulai dengan penetapan Kejahatan Induk, baru kemudian dikenakan TPPU, Johan Budi ditanya ditanya apa kejahatan induknya, Johan Budi mengatakan bahwa kejatahan dinduk adalah dugaan penyuapan, lho uang belum sampai LHI kok sudah bisa dicuci, menghadapi pertanyaan ini terkesan Johan Budi berbelit-belit dalam bertanya.
Keberanian Karni Ilyas mendesak Johan Budi adalah awal membangkitkan kebenanian beberapa pengamat mengkritisi penggunaan pasal TPPU pada kasus LHI. Yang luar biasa lagi ketika ada pakar TPPU Yeti mencoba membela KPK, justru Karni Ilyas berani bertanya kritis pada pakar tersebut, yang berakibat marahnya pakar tersebut dan pergi meninggalkan acara ILC padahal acara belum selesai.
Keberanian Karni Ilyas dan Fachry Hamzah juga menjadikan Vitalita dan Ayu Azhari menceritakan tindakan penyidik KPK ketika dengan sewenang-wenang mau menyita mereka. Terlihat dari Gesture Johan Budi agak panik mendengar ayu dan Vitalita bernyanyi. Dari ini terlihat bahwa tanpa sengaja ILC menjadi acara yang menguntungkan PKS. Tanpa sengaja TV One memvasitasi PKS menyampaikan pikirannya dan orang lain membela PKS.
Kejadian serupa juga terjadi saat kasus penangkapan LHI. Pidato perdana Ustadz Anis Mata ditayangkan secara live oleh banyak media. Dengan adanya pidato membangkitkan kembali semangat kader yang sempat rontok. Mental kader dengan cepat kembali dan berani berkata ini lho aku PKS. Kejadian ini juga menyentakan banyak orang yang selama ini tidak mengenal PKS. Bahkan ada seorang ustadz yang tadinya anti PKS justru menyatakan mendukung PKS. Penulis sendiri setelah kejadian ini justru bisa membentuk 2 taklim dan 1 liqoh baru. Peserta liqoh justru ada yang dulu ikut kajian di kelompok yang anti PKS. Masih banyak lagi kejadian tak terduga dampak dari pidato yang ditayangkan secara life.
Pertanyaan yang perlu disampaikan adalah apakah ini kebetulan saja. Saya rasa sangat naïf kalau ini adalah kebetulan saja. Saya yakin ini isyarat Allah yang diberikan kepada kader PKS dan orang-orang yang senantiasa berpikir tentang kebenaran yang sejati. Wallahu a’lam
Mengapa PKS Selalu Tertolong Tanpa Sengaja?

Oleh : Muhammad Gunawan/Kompasiana
Melihat ILC tadi malam tanggal 15 Mei 2013 membuat saya merinding. Bukan tampilan Fachry Hamzah atau gesture Johan Budi yang kelihatan tertekan, tapi pertanyaan awal Karni Ilyas kepada Johan Budi. Pada awal melihat ILC saya berkata kepada istri ini PKS pasti dihabisin. Apalagi kalau selama ini kita melihat tipologi media termasuk TV One beritanya sering lebih memojokan PKS. Bayangan saya pasti karni Ilyas akan menyerang Narasumber dari PKS yaitu Fachry Hamzah CS, dan itulah tipologi Karni Ilyas selama ini.
Tapi yang luar biasa, ketika Karni Ilyas bertanya kepada Fachry Hamzah dia datar-datar aja, akan tetapi sebaliknya ketika bertanya kepada Johan Budi. Hal ini dimulai ketika Johan Budi diminta untuk member pernyataan, justru Johan Budi menantang agar Karni Ilyas yang mengajukan pertanyaan. Akhrinya karni Ilyas berkata bahwa TPPU harus dimulai dengan penetapan Kejahatan Induk, baru kemudian dikenakan TPPU, Johan Budi ditanya ditanya apa kejahatan induknya, Johan Budi mengatakan bahwa kejatahan dinduk adalah dugaan penyuapan, lho uang belum sampai LHI kok sudah bisa dicuci, menghadapi pertanyaan ini terkesan Johan Budi berbelit-belit dalam bertanya.
Keberanian Karni Ilyas mendesak Johan Budi adalah awal membangkitkan kebenanian beberapa pengamat mengkritisi penggunaan pasal TPPU pada kasus LHI. Yang luar biasa lagi ketika ada pakar TPPU Yeti mencoba membela KPK, justru Karni Ilyas berani bertanya kritis pada pakar tersebut, yang berakibat marahnya pakar tersebut dan pergi meninggalkan acara ILC padahal acara belum selesai.
Keberanian Karni Ilyas dan Fachry Hamzah juga menjadikan Vitalita dan Ayu Azhari menceritakan tindakan penyidik KPK ketika dengan sewenang-wenang mau menyita mereka. Terlihat dari Gesture Johan Budi agak panik mendengar ayu dan Vitalita bernyanyi. Dari ini terlihat bahwa tanpa sengaja ILC menjadi acara yang menguntungkan PKS. Tanpa sengaja TV One memvasitasi PKS menyampaikan pikirannya dan orang lain membela PKS.
Kejadian serupa juga terjadi saat kasus penangkapan LHI. Pidato perdana Ustadz Anis Mata ditayangkan secara live oleh banyak media. Dengan adanya pidato membangkitkan kembali semangat kader yang sempat rontok. Mental kader dengan cepat kembali dan berani berkata ini lho aku PKS. Kejadian ini juga menyentakan banyak orang yang selama ini tidak mengenal PKS. Bahkan ada seorang ustadz yang tadinya anti PKS justru menyatakan mendukung PKS. Penulis sendiri setelah kejadian ini justru bisa membentuk 2 taklim dan 1 liqoh baru. Peserta liqoh justru ada yang dulu ikut kajian di kelompok yang anti PKS. Masih banyak lagi kejadian tak terduga dampak dari pidato yang ditayangkan secara life.
Pertanyaan yang perlu disampaikan adalah apakah ini kebetulan saja. Saya rasa sangat naïf kalau ini adalah kebetulan saja. Saya yakin ini isyarat Allah yang diberikan kepada kader PKS dan orang-orang yang senantiasa berpikir tentang kebenaran yang sejati. Wallahu a’lam
Label:
pks
21.51
Setelah sebuah harian di Yogyakarta, edisi hari ini (13/5) salah ketik
dalam sebuah judul berita "KPK Laporkan Johan Budi ke Polisi," yang
Mungkin maksudnya adalah PKS Laporkan Johan Budi ke Polisi, kini giliran
Metro Tv salah dalam penulisan, yang tertulis "Mardani Ali Sera (lalu
di bawahnya) Juru bicara KPK" mungkin yang dimaksud adalah Juru bicara
PKS.
Salah tulis tentang PKS bukan hanya dialami oleh Tribun dan Metro Tv,
Majalah Tempo juga tidak luput dari kesalahan data. Pada edisi 3 Maret
2013, ketika membahas Pilgub Sumut, majalah itu menampilkan hasil survei
yang mengunggulkan Gus Irawan, berbeda dengan hasil survei kebanyakan
yang mengunggulkan Gatot. Yang sangat kelihatan salah, di akhir tulisan
Tempo menyebutkan bahwa Pilgub Sumut akan berlangsung Juni nanti.
Sedangkan kesalahan yang lebih 'halus' dan terkesan disengaja dialami
oleh lebih banyak media lagi, termasuk Jawa Pos. Koran nasional yang
terbit di Surabaya itu, dalam inforgrafiknya, menulis aliran dana Ahmad
Fathanah Rp 990 juta ke LHI (operasi tangkap tangan). Padahal, uang
tersebut berada di tangan Fathanah yang katanya akan diberikan kepada
LHI. Belum tentu uang itu benar-benar akan diberikan kepada LHI. Dan
jika pun diberikan, belum tentu LHI akan menerima.(ma)
Lagi, Terlalu Semangatnya Media Serang PKS, Kini Giliran Metro Tv Salah Ketik
Written By admin on Senin, 13 Mei 2013 | 21.51



Label:
pks









